Dokter: Luka Terbuka Saat Banjir Harus Cepat Dibersihkan untuk Cegah Infeksi

Dokter umum Kevin Mak menekankan pentingnya penanganan yang cepat terhadap luka terbuka saat banjir. Hal ini bertujuan untuk mencegah risiko infeksi yang dapat muncul akibat paparan air kotor. Menurut Kevin, lukanya yang tidak segera diobati dapat menjadi pintu masuk bagi bakteri, yang berpotensi memicu komplikasi serius. “Jika ada luka yang terbuka, bakteri bisa masuk dan menyebabkan infeksi, dan ini bisa memicu terjadinya komplikasi,” ujarnya, seperti yang dilaporkan oleh Antara.

Saat banjir, ada banyak faktor yang meningkatkan risiko infeksi. Air genangan sering kali mengandung berbagai patogen, termasuk bakteri dan virus yang berbahaya. Oleh karena itu, Kevin merekomendasikan agar luka yang terbuka dibersihkan secepatnya dengan air mengalir atau cairan antiseptik. Setelah itu, luka harus ditutup dengan plester khusus untuk menjaga area tersebut dari kontaminasi lebih lanjut.

Prosedur pertama dalam menangani luka, menurut Kevin, sangatlah jelas. “Durasi pakai plester luka umumnya enam hingga 12 jam, tetapi sebaiknya plester segera diganti jika basah atau kotor,” ungkapnya. Langkah-langkah sederhana ini dapat mencegah timbulnya infeksi yang lebih serius.

Lebih lanjut, Kevin mengingatkan para orang tua agar tidak membiarkan anak-anak bermain di air genangan atau banjir. “Air keruh ini mengandung bakteri yang dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka kecil atau luka yang terbuka dan menyebabkan infeksi lebih serius,” tegasnya. Menghindari kontak langsung dengan air banjir menjadi langkah preventif yang sangat penting untuk menjaga kesehatan, terutama di daerah yang sering mengalami banjir.

Dokter juga menyoroti perlunya masyarakat untuk lebih sadar terhadap bahaya kesehatan yang muncul saat situasi bencana seperti banjir. Ini berarti mengenali tanda-tanda infeksi, seperti kemerahan, bengkak, atau keluarnya nanah dari luka. Jika gejala-gejala ini muncul, sangat disarankan untuk segera mencari perawatan medis.

Pemerintah dan pihak berwenang di daerah rawan banjir juga diharapkan dapat memfasilitasi penyuluhan mengenai langkah-langkah pencegahan infeksi selama musim banjir. Edukasi yang efektif dapat membantu masyarakat mengurangi risiko kesehatan yang biasa muncul. Ketersediaan layanan kesehatan yang cepat dan tepat juga merupakan hal penting untuk memberikan perawatan yang diperlukan kepada korban banjir yang mengalami luka.

Dalam situasi darurat seperti banjir, koordinasi antar lembaga kesehatan dan relawan sangat diperlukan. Mereka harus siap untuk memberikan informasi yang akurat dan membantu masyarakat yang terkena dampak. “Kita juga perlu mempersiapkan kit pertolongan pertama di setiap rumah agar bisa menangani luka dengan cepat saat terjadi banjir,” tambah Kevin.

Selain memantau kesehatan fisik, penting juga bagi masyarakat untuk menjaga kesehatan mental selama situasi bencana. Banyak orang mengalami trauma akibat banjir, dan perhatian kesehatan mental jangan sampai diabaikan. Program dukungan psikologis bisa menjadi jembatan untuk membantu masyarakat lebih cepat pulih dari dampak bencana.

Kesadaran dan penanganan yang tepat terhadap luka terbuka saat banjir bisa menjadi penyelamat bagi banyak orang. Dengan langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang tepat, risiko infeksi bisa diminimalisir, dan kesehatan masyarakat bisa lebih terjaga meskipun dalam keadaan bencana yang sulit. Melalui kolaborasi antara masyarakat dan pihak kesehatan, diharapkan dampak buruk dari banjir dapat diminimalisir.

Exit mobile version