Pradiabetes merupakan kondisi di mana kadar gula darah seseorang mulai meningkat namun belum mencapai tingkat yang dapat didiagnosis sebagai diabetes. Menurut data global, sekitar 541 juta orang mengalami pradiabetes. Kondisi ini berisiko berkembang menjadi diabetes tipe 2 yang dapat menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung dan stroke. Karena itu, mengenali gejala pradiabetes sangat penting untuk intervensi dini dan pencegahan komplikasi lebih lanjut.
Gejala pradiabetes sering kali sulit dikenali karena tidak selalu menimbulkan tanda yang jelas. Namun, ada beberapa gejala yang dapat menjadi indikator awal kondisi ini, terutama yang muncul di pagi hari.
-
Kelelahan saat bangun tidur
Bangun pagi dengan rasa lelah meskipun tidur cukup bisa menjadi tanda pradiabetes. Pada penderita pradiabetes, tubuh mengalami kesulitan menggunakan glukosa sebagai sumber energi karena sel-sel tubuh mulai menolak insulin. Akibatnya, kadar gula darah tinggi di malam hari mengganggu metabolisme energi, menyebabkan kelelahan dan kelesuan yang terutama lebih terasa di pagi hari. -
Rasa haus yang berlebihan
Rasa haus berlebihan pada pagi hari menunjukan adanya dehidrasi yang bisa jadi berasal dari aktivitas ginjal yang berlebihan. Kadar gula darah yang tinggi membuat ginjal bekerja lebih ekstra untuk mengeluarkan gula yang berlebih melalui urine. Proses ini menarik banyak cairan dari tubuh, sehingga menyebabkan sering buang air kecil dan rasa haus yang meningkat. Mulut kering juga sering dilaporkan oleh penderita pradiabetes. -
Sering buang air kecil di malam hari
Penderita pradiabetes kerap mengalami dorongan untuk buang air kecil berkali-kali di malam hari. Kadar glukosa tinggi berperan sebagai diuretik alami sehingga mempercepat pengeluaran urine. Hal ini menyebabkan gangguan tidur dan ketidaknyamanan di malam hari. -
Penglihatan kabur
Kesulitan fokus atau melihat kabur saat bangun pagi juga bisa menjadi gejala pradiabetes. Kadar gula darah tinggi menyebabkan lensa mata membengkak dan mengganggu kemampuan mata dalam memfokuskan cahaya secara tepat. Gejala ini, yang juga dikenal sebagai fenomena fajar pada penderita diabetes, menandakan bahwa kadar gula darah belum stabil dan memerlukan evaluasi medis segera. - Rasa lapar meningkat di pagi hari
Beberapa penderita pradiabetes merasakan lapar yang lebih intens ketika bangun tidur, meskipun telah makan cukup di malam hari sebelumnya. Ini disebabkan oleh lonjakan hormon nafsu makan yang tidak terkontrol akibat ketidakseimbangan insulin dalam tubuh. Pola makan dan kontrol gula darah yang tidak baik dapat memperburuk gejala ini.
Tidak semua orang yang mengalami pradiabetes akan mengalami semua gejala tersebut. Namun, apabila Anda merasakan satu atau lebih gejala di atas secara konsisten, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter atau tenaga medis profesional. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat membantu mencegah berkembangnya pradiabetes menjadi diabetes tipe 2.
Menurut para ahli, pradiabetes tidak selalu berlanjut menjadi diabetes tipe 2. Dengan melakukan perubahan gaya hidup sederhana seperti meningkatkan aktivitas fisik, memilih pola makan seimbang, serta mengurangi konsumsi gula dan karbohidrat olahan, kadar gula darah bisa kembali normal dan risiko komplikasi menurun. Oleh karena itu, mengenali gejala pradiabetes dan mengambil langkah pencegahan sangat krusial untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
