Sering Keram, Gadis Ini Alami Gagal Ginjal & Harus Cuci Darah Seumur Hidup

Seorang gadis muda mengungkapkan dirinya didiagnosa gagal ginjal stadium lima secara tiba-tiba, padahal selama ini hanya mengalami kram kaki yang sering terjadi saat tidur malam. Dalam video yang viral di TikTok dengan akun @mtyaa***nny dan sudah ditonton lebih dari enam juta kali, gadis tersebut mengaku sangat terkejut karena tidak menyangka gejala kram kaki yang dialaminya merupakan tanda awal penyakit ginjal yang serius.

Menurut pengakuannya, kram kaki yang kerap menyerang membuatnya sering terbangun pada malam hari akibat rasa sakit yang hebat. Selain kram kaki, ia juga mengalami mual dan muntah, namun tidak mengira bahwa hal tersebut merupakan indikasi dari gagal ginjal stadium lanjut. Diagnosis gagal ginjal stage lima disampaikan setelah pemeriksaan medis yang mengungkap kondisi ginjalnya mengalami kerusakan berat sehingga membutuhkan cuci darah seumur hidup.

Dalam unggahannya, ia menyampaikan, “Hidup dar der dor banget,” sebagai gambaran betapa beratnya kondisi yang harus ia jalani sekarang. Foto dirinya yang terbaring di rumah sakit dengan infus di tangan turut memperlihatkan realita perjuangan yang harus dijalani.

Kram Kaki Sebagai Gejala yang Sering Diabaikan

Fenomena kram kaki sering dianggap biasa dan tidak terlalu serius oleh banyak orang. Namun, kasus gadis ini menunjukkan bahwa kram kaki yang sering berulang, terutama yang disertai gejala lain seperti mual dan muntah, bisa menjadi alarm penting adanya masalah kesehatan yang lebih serius, dalam hal ini gagal ginjal.

Gagal ginjal stadium lima atau gagal ginjal kronis terminal merupakan kondisi di mana fungsi ginjal sudah sangat menurun sehingga ginjal tidak lagi mampu menjalankan tugasnya membersihkan darah secara efektif. Pada tahapan ini, pasien wajib menjalani terapi pengganti ginjal berupa cuci darah (hemodialisis) secara rutin seumur hidup atau melakukan transplantasi ginjal.

Respons Netizen dan Kesadaran akan Gagal Ginjal

Unggahan gadis ini mendapatkan banyak respon dari netizen yang juga mengaku mengalami gejala serupa. Beberapa dari mereka mengungkapkan ketakutan dan keprihatinan setelah mengetahui bahwa kram kaki yang mereka alami bisa berhubungan dengan penyakit ginjal serius. Berikut beberapa komentar yang mewakili kekhawatiran tersebut:

  1. “Ih serius, aku juga sering kram kaki, jadi takut,” tulis salah satu netizen.
  2. “Kak serius, aku sekarang sering kebangun gara-gara kaki kram,” ujar netizen lain.
  3. “Ya Allah takut, mana kakiku suka sakit pegel,” tambah netizen berbeda.

Komentar-komentar tersebut memperlihatkan bahwa gejala awal gagal ginjal sering tidak disadari dan masyarakat masih kurang memahami pentingnya mengenali tanda-tanda kesehatan yang perlu diperiksakan lebih lanjut.

Pentingnya Deteksi Dini Gagal Ginjal

Menurut para ahli kesehatan, gagal ginjal kronis sering disebut sebagai silent killer karena gejalanya tidak spesifik dan sering muncul ketika fungsi ginjal sudah sangat menurun. Deteksi dini dengan memeriksakan fungsi ginjal secara rutin sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti diabetes, hipertensi, atau riwayat keluarga dengan penyakit ginjal.

Beberapa gejala yang patut diwaspadai meliputi:

  1. Kram otot, khususnya di kaki
  2. Mudah merasa lelah dan lemas
  3. Napas pendek dan pembengkakan di kaki atau wajah
  4. Mual dan muntah tanpa sebab jelas
  5. Perubahan frekuensi buang air kecil

Jika ditemukan tanda-tanda tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut agar penanganan bisa dilakukan lebih awal dan mencegah kerusakan ginjal yang lebih parah.

Terapi Cuci Darah sebagai Pilihan Pengobatan

Pada stadium akhir gagal ginjal, terapi cuci darah adalah metode utama untuk menggantikan fungsi ginjal yang rusak. Prosedur ini biasanya harus dilakukan 3 kali seminggu dengan waktu sekitar 3-4 jam setiap sesi. Meski sangat membantu memperpanjang hidup, cuci darah bisa berdampak pada kualitas hidup dan memerlukan komitmen jangka panjang bagi pasien.

Selain cuci darah, transplantasi ginjal juga menjadi pilihan bagi pasien yang memenuhi syarat. Namun, ketersediaan donor ginjal masih menjadi tantangan utama di banyak negara, termasuk Indonesia.

Kasus gadis yang viral ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala kecil seperti kram kaki yang sering berulang. Kesadaran dan deteksi dini dapat menyelamatkan kehidupan serta mengurangi beban biaya dan dampak psikologis akibat penyakit ginjal kronis yang sudah lanjut.

Exit mobile version