Meskipun data Riskesdas 2023 menunjukkan bahwa 72,5% masyarakat Indonesia sudah menyikat gigi dua kali sehari, kenyataannya lebih dari setengah penduduk masih mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut. Hal ini menunjukkan bahwa kebiasaan menyikat gigi saja tidak cukup untuk menjaga kesehatan oral secara optimal. Di balik angka tersebut, masalah kesehatan gigi dan mulut tetap tinggi, terutama karena rendahnya kesadaran melakukan pemeriksaan ke tenaga medis gigi yang profesional.
Menurut data dari Riskesdas, hanya sekitar 11,2% masyarakat yang pernah mendapatkan perawatan kesehatan gigi secara profesional. Rendahnya angka ini mencerminkan tantangan besar dalam edukasi kesehatan gigi di Indonesia. Padahal, kontroversi yang muncul yaitu kesadaran masyarakat untuk tidak hanya menyikat gigi, tetapi juga memahami teknik yang benar, melakukan pemeriksaan rutin, dan menjalani pola makan sehat sangat menentukan keadaan kesehatan mulut yang nyata.
Pentingnya Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut
drg. Zahrah Almira, seorang dokter gigi sekaligus influencer, menegaskan bahwa edukasi kesehatan gigi harus dilakukan secara konsisten lintas generasi. Dalam acara kampanye “Aksi Formula Generasi Kuat Indonesia” di Universitas Jayabaya, Jakarta, drg. Zahrah menyatakan bahwa penyuluhan tidak hanya diperlukan untuk membentuk kebiasaan menyikat gigi saja, tetapi juga untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai teknik menyikat gigi yang tepat dan pentingnya melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi.
Formula sebagai brand asli Indonesia juga membuktikan komitmennya dalam hal edukasi kesehatan gigi melalui berbagai kegiatan sosial dan edukatif di berbagai daerah di Indonesia. Selain mengajak masyarakat untuk terbiasa menyikat gigi, Formula menyelenggarakan aktivitas seperti sikat gigi massal dan pemeriksaan kesehatan gigi yang menjangkau ribuan peserta dari berbagai kalangan, termasuk anak-anak hingga kelompok disabilitas.
Faktor-faktor Penyebab Masalah Kesehatan Gigi di Indonesia
Masalah gigi yang masih tinggi ini bukan semata karena frekuensi menyikat gigi, melainkan juga terkait dengan beberapa faktor kunci, yaitu:
- Teknik Menyikat yang Kurang Tepat: Banyak orang belum memahami bagaimana cara menyikat gigi yang benar sehingga pembersihan sisa makanan dan plak gigi tidak maksimal.
- Kurangnya Pemeriksaan Rutin: Keterbatasan pengetahuan dan akses membuat sebagian masyarakat enggan melakukan kontrol gigi secara berkala ke dokter gigi.
- Pola Makan yang Kurang Sehat: Konsumsi makanan dan minuman tinggi gula tanpa pengelolaan yang benar berkontribusi pada kerusakan gigi.
- Keterbatasan Edukasi yang Konsisten: Edukasi sejak dini hingga dewasa seringkali belum merata dan kontinu di berbagai daerah.
drg. Zahrah juga menyebutkan bahwa kesehatan gigi bukan sekadar soal estetika. Gigi yang sehat menjadi fondasi penting bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan, mulai dari proses pencernaan hingga kualitas hidup sehari-hari.
Peran Kolaborasi dan Program Edukasi Berkelanjutan
Dalam rangka Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional (HKGN) 2025, berbagai program edukasi dan aksi sosial digelar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Salah satu bentuk nyata adalah kegiatan di Universitas Jayabaya yang diikuti lebih dari 1.000 peserta. Rangkaian aktivitas seperti sikat gigi massal, pemeriksaan kesehatan, dan eksperimen edukatif bertajuk “Eggsperimen” menjadi sarana interaktif untuk meningkatkan pemahaman kelompok masyarakat yang beragam.
Sebagai perayaan 40 tahun perjalanan Formula sebagai mitra kesehatan keluarga Indonesia, perusahaan ini berkomitmen untuk terus melakukan edukasi kesehatan gigi hingga ke 40 titik di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Pendekatan ini melibatkan kolaborasi berbagai pihak seperti pemerintah, komunitas, tenaga kesehatan, dan sektor swasta.
Menurut Jenifer Fransisca, Managing Director Formula, inovasi produk perlindungan gigi dan mulut yang relevan dengan kebutuhan terkini masyarakat akan terus dikembangkan. Hal ini sekaligus mendampingi keluarga Indonesia membangun generasi yang lebih sehat dan kuat secara keseluruhan.
Kesadaran Kolektif sebagai Kunci Investasi Kesehatan Bangsa
Meningkatkan kesadaran pentingnya kesehatan gigi di masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, melainkan investasi jangka panjang bagi kesehatan bangsa Indonesia. Edukasi yang konsisten, pemeriksaan gigi secara rutin, serta pola hidup sehat menjadi pilar utama untuk menurunkan angka permasalahan gigi yang selama ini tinggi. Dengan pendekatan yang komprehensif dan kolaboratif, diharapkan Indonesia dapat memperbaiki kualitas kesehatan gigi dan mulut masyarakat secara signifikan di masa depan.
