Kasus Obesitas Meningkat, Beban Berat Kesehatan dan Ekonomi Indonesia

Kasus obesitas di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan dan kini menjadi persoalan berat bagi kesehatan masyarakat sekaligus membebani ekonomi nasional. Data terbaru mengungkapkan bahwa hampir satu dari empat orang dewasa di Indonesia, atau sekitar 23,4%, saat ini mengalami obesitas. Angka ini meningkat pesat dibandingkan dengan satu dekade lalu yang hanya sekitar 14%, menurut keterangan Ahli Gizi Fakultas Kedokteran UGM, Digna Niken Purwaningrum.

Peningkatan prevalensi obesitas tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga menimbulkan beban ekonomi yang sangat besar. Sebuah studi menyebutkan, biaya yang harus ditanggung untuk layanan kesehatan dan kerugian akibat hilangnya produktivitas akibat obesitas bisa mencapai lebih dari Rp24 triliun per tahun. Kondisi ini merupakan bagian dari lonjakan penyakit tidak menular (PTM) secara global yang menjadi tantangan serius bagi sistem kesehatan di seluruh dunia.

Secara global, lebih dari 890 juta orang dewasa hidup dengan obesitas, sementara 2,5 miliar mengalami kelebihan berat badan. WHO dan banyak pakar kesehatan kini memandang obesitas tidak sekadar kelebihan berat badan, melainkan sebagai penyakit kronis yang menjadi faktor risiko utama sejumlah penyakit serius seperti diabetes, penyakit kardiovaskular, kanker, dan gangguan pernapasan. Penyakit-penyakit ini bertanggung jawab atas sekitar 75% kematian global, dengan obesitas sebagai kontributor utama.

Faktor Penyebab Obesitas

Obesitas di Indonesia tidak hanya disebabkan oleh pola makan berlebih dan kurangnya aktivitas fisik. Digna Niken mengungkapkan, pandangan bahwa obesitas hanya masalah kemauan atau disiplin yang lemah sangat kurang tepat. Obesitas merupakan kondisi kompleks yang melibatkan jalur hormonal, metabolik, dan neurologis. Mekanisme biologis yang mengatur nafsu makan, keseimbangan energi, serta cara tubuh menyimpan lemak sangat mempengaruhi risiko obesitas.

Selain itu, faktor genetik dan lingkungan turut berperan besar. Stres juga menjadi pemicu utama dengan menyebabkan pola makan emosional atau “stress eating,” yang berpotensi meningkatkan berat badan tanpa terkendali. Kompleksitas faktor inilah yang menjadikan obesitas sulit diatasi hanya dengan mengandalkan niat kuat dan perubahan gaya hidup semata.

Dampak Kesehatan dan Sosial

Obesitas tidak hanya meningkatkan risiko terkena hipertensi dan sleep apnea, tetapi juga memperbesar peluang seseorang menderita diabetes tipe 2. Jumlah penderita diabetes di Indonesia mencapai sekitar 19 juta orang, yang juga masuk dalam kategori penyakit tidak menular dengan risiko tinggi kematian. Penyakit kardiovaskular tetap menjadi penyebab kematian nomor satu di Indonesia, dan obesitas memperburuk kondisi ini.

Selain masalah kesehatan, obesitas juga membawa dampak sosial melalui turunnya produktivitas kerja, absensi yang lebih tinggi, serta kebutuhan pengobatan dan perawatan jangka panjang yang semakin meningkat. Beban biaya layanan kesehatan yang harus diantisipasi pemerintah dan masyarakat menjadi sangat besar.

Upaya Penanganan dan Regulasi

Pemerintah, melalui Kementerian Kesehatan, telah merilis Pedoman Nasional Penanganan Kedokteran (PNPK) Obesitas sebagai upaya menangani masalah ini secara sistematis dan berbasis bukti. Pedoman ini menjelaskan langkah-langkah diagnosis, pengobatan, serta tindak lanjut dalam penanganan obesitas yang komprehensif.

Terdapat tiga pilar utama dalam pengelolaan obesitas, yaitu perubahan pola makan, peningkatan aktivitas fisik, dan modifikasi gaya hidup, dilanjutkan dengan terapi farmakologis dan, bila perlu, tindakan pembedahan bariatrik. Pendekatan ini dirancang agar sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasien dalam jangka panjang, sehingga lebih efektif mencegah komplikasi dan memperbaiki kualitas hidup.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga sudah mengklasifikasikan obesitas sebagai penyakit kronis yang wajib mendapatkan penanganan medis serius. Hal ini menegaskan urgensi obesitas sebagai masalah kesehatan nasional yang perlu mendapatkan perhatian dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah.

Dengan perkembangan kasus obesitas yang terus meningkat cepat, intervensi yang holistik dan penanganan dini menjadi sangat penting. Kerjasama lintas sektor, edukasi publik, serta regulasi yang mendukung pola hidup sehat akan menjadi kunci untuk menekan angka obesitas dan meringankan beban ekonomi serta kesehatan di masa depan.

Exit mobile version