Katarak yang tidak dioperasi memiliki risiko signifikan untuk menurunkan harapan hidup penderitanya. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Cabang Bekasi, dr. Irsad Sadri, Sp.M, dalam acara Bakti Sosial Operasi Katarak 2025 di Primaya Hospital Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Minggu (28/6/2025). Ia menjelaskan bahwa sekitar 2,6 persen pasien yang tidak menjalani operasi katarak berpotensi meninggal lebih awal dibandingkan mereka yang sudah mendapatkan penanganan.
Bahaya Katarak bagi Kualitas Hidup
Katarak adalah kondisi di mana lensa mata yang biasanya jernih menjadi keruh sehingga menghalangi cahaya masuk ke dalam mata. Jika dibiarkan, kondisi ini tak hanya menyebabkan penurunan penglihatan, tapi bisa berujung pada kebutaan permanen. Lebih dari itu, katarak juga berdampak negatif pada kualitas hidup penderitanya, khususnya mereka yang masih berada pada usia produktif yakni antara 50 sampai 60 tahun.
Menurut dr. Irsad, kaburnya penglihatan membuat pasien sulit melakukan aktivitas sehari-hari dan berakibat menurunnya kemandirian. Kondisi ini seringkali menyebabkan pasien menjadi pasif serta kurang beraktivitas, yang secara tidak langsung mempengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Oleh sebab itu, walaupun katarak sendiri bukan penyebab langsung kematian, dampak jangka panjangnya dapat menurunkan angka harapan hidup.
Ketakutan terhadap Operasi dan Pentingnya Penanganan Dini
Salah satu tantangan utama dalam penanganan katarak di Indonesia adalah masih banyaknya pasien yang takut atau enggan menjalani operasi. Padahal, prosedur operasi katarak kini sangat cepat dan minim risiko, dengan durasi hanya sekitar 10 sampai 20 menit untuk satu bola mata. Operasi ini dilakukan dengan bius lokal pada kornea, tanpa memerlukan anestesi total, sehingga prosedur terasa nyaman dan relatif aman.
Dr. Irsad menegaskan, “Katarak itu penyebab kebutaan yang bisa kita lakukan intervensi. Kalau dilakukan operasi, mereka bisa sembuh seperti kita lagi.” Proses pasca operasi juga cukup sederhana, hanya membutuhkan pasien untuk menjaga kebersihan mata dan menghindari air pada minggu pertama, tanpa pantangan khusus terhadap makanan atau olahraga.
Manfaat Operasi Katarak untuk Kualitas Hidup dan Harapan Hidup
Chief Business Development Officer Primaya Hospital Group, Yoseph Bambang Pamungkas, menambahkan bahwa operasi katarak tidak hanya memulihkan penglihatan tapi juga meningkatkan kualitas hidup penderitanya. Dengan kembali bisa melihat dengan jelas, pasien dapat beraktivitas lebih mandiri dan merasakan kebahagiaan yang signifikan di masa usia lanjut.
“Kami percaya bahwa kesehatan merupakan hak setiap orang, dan pemulihan penglihatan merupakan kebahagiaan yang tak ternilai,” ujarnya.
Pentingnya Perawatan Lanjutan dan Gaya Hidup Sehat
Meskipun operasi katarak sangat efektif, dr. Irsad mengingatkan bahwa pasien tetap harus waspada terhadap kemungkinan munculnya katarak sekunder, apalagi pada pasien yang menjalani operasi di usia muda atau mereka yang memiliki faktor risiko seperti diabetes. Katarak sekunder bisa berkembang akibat berbagai faktor, termasuk keturunan, gaya hidup tidak sehat, dan kadar gula darah tinggi.
Untuk itu, pasien dianjurkan menjaga pola hidup sehat dengan rutin berolahraga dan mengatur gula darah agar risiko katarak sekunder dapat ditekan.
Kesimpulan Penting
Katarak bukan hanya masalah penglihatan, tetapi juga masalah kesehatan yang dapat berpengaruh pada harapan hidup. Penanganan dini melalui operasi katarak sangat penting untuk menghindari dampak buruk bagi kualitas hidup dan risiko kematian dini. Edukasi pasien mengenai keamanan dan manfaat operasi katarak harus terus digencarkan agar lebih banyak penderita berani menjalani prosedur ini. Selain itu, menjaga pola hidup sehat setelah operasi juga kunci utama agar penglihatan dan kesehatan mata tetap optimal dalam jangka panjang.
Source: www.suara.com
