Mata tidak hanya berperan sebagai indera penglihatan, tetapi juga dapat menjadi indikator penting dalam menilai kesehatan jantung seseorang. Dokter mata dapat mendeteksi gangguan pada jantung melalui pemeriksaan pembuluh darah di retina yang sangat peka terhadap perubahan tekanan darah dan sirkulasi darah. Kondisi ini bisa memberikan petunjuk awal gangguan kardiovaskular sebelum munculnya gejala pada bagian tubuh lain.
Pembuluh darah di retina, yang terdiri dari arteri dan vena kecil, mencerminkan fungsi jantung dalam memompa darah. Perubahan pada pembuluh darah tersebut, seperti penyempitan, pelebaran, atau pendarahan, dapat mengindikasikan masalah serius seperti hipertensi, aterosklerosis, aritmia, hingga risiko penggumpalan darah yang berpotensi menyebabkan serangan jantung atau stroke.
Tanda Bahaya pada Mata yang Mengindikasikan Risiko Jantung
-
Kehilangan Penglihatan Mendadak di Satu Mata
Tanda ini ditandai dengan penglihatan yang tiba-tiba menjadi gelap seperti tirai menutup atau buram pada salah satu mata. Kondisi ini, dikenal sebagai amaurosis fugax, berlangsung beberapa menit hingga jam dan disebabkan oleh sumbatan pada arteri retina. Penyumbatan tersebut biasanya berasal dari gumpalan darah yang berasal dari plak pembuluh darah karotis atau jantung. Amaurosis fugax merupakan keadaan darurat medis yang menuntut pemeriksaan segera terhadap pembuluh darah karotis, detak jantung yang tidak teratur (fibrilasi atrium), atau kelainan katup jantung. -
Pendarahan Retina dan Tampilan “Darah dan Guntur”
Pemeriksaan mata dapat menunjukkan pembuluh darah retina yang melebar dan berkelok, disertai pendarahan luas serta bercak putih kecil yang dikenal dengan istilah cotton-wool spots. Kondisi ini biasanya berhubungan dengan tekanan darah tinggi, diabetes, dan kadar kolesterol yang tinggi. Pendarahan retina mengindikasikan risiko tinggi terhadap penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah. Pasien dengan tanda ini perlu mengontrol ketat tekanan darah, gula darah, dan kolesterol serta menjalani perawatan mata yang tepat. -
Bercak Putih pada Retina
Pembuluh darah retina yang menyempit dan berkilau seperti perak (silver-wiring), disertai penyempitan di pertemuan arteri dan vena (AV nicking), serta munculnya bercak putih kecil menjadi tanda retinopati hipertensi. Kerusakan retina ini disebabkan oleh tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang. Pasien dengan retinopati hipertensi berisiko tinggi mengalami penyakit jantung koroner, gagal jantung, stroke, dan gangguan ginjal. Pengendalian tekanan darah yang agresif serta pencegahan risiko kardiovaskular sangat diperlukan pada kondisi ini. - Plak Kuning di Kelopak Mata
Xanthelasma adalah bercak berwarna kekuningan yang muncul di sudut dalam kelopak mata, biasanya di kedua sisi, dan mengandung kolesterol. Munculnya plak ini menandakan kadar kolesterol darah yang tidak normal dan peningkatan risiko aterosklerosis, yaitu penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan plak kolesterol. Untuk itu, pasien disarankan melakukan pemeriksaan profil lipid puasa, skrining metabolik, hingga konsultasi mengenai pola makan dan kemungkinan terapi obat penurun kolesterol seperti statin.
Mengapa Pemeriksaan Mata Penting untuk Deteksi Dini Penyakit Jantung
Mata memberikan akses unik bagi dokter untuk melihat langsung kondisi pembuluh darah kecil yang tidak dapat dilihat dengan mudah di bagian tubuh lain. Perubahan mikrovasculature yang terlihat di retina sering terjadi sebelum gejala klinis penyakit jantung muncul. Oleh karena itu, pemeriksaan mata secara rutin, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi, dapat membantu menemukan masalah jantung sejak dini.
Mengidentifikasi tanda-tanda gangguan kardiovaskular melalui mata memungkinkan intervensi medis lebih awal untuk mencegah komplikasi berbahaya seperti serangan jantung dan stroke. Dalam banyak kasus, pengobatan konservatif seperti pengendalian tekanan darah, gula darah, dan kolesterol yang optimal dapat mencegah kerusakan lebih lanjut pada jantung dan mata.
Melihat mata sebagai cermin kesehatan jantung menggarisbawahi pentingnya pemeriksaan menyeluruh yang melibatkan ahli mata dan spesialis jantung. Komunikasi antar ahli kesehatan ini menjadi kunci dalam strategi pencegahan dan pengelolaan penyakit kardiovaskular yang komprehensif dan efektif.
Source: www.beritasatu.com
