Perbedaan Air Mineral, Air Gunung, dan Air Tanah, Mana yang Aman Diminum?

Air mineral, air gunung, dan air tanah kerap menjadi pilihan sumber air minum bagi masyarakat Indonesia. Namun, perbedaan karakteristik ketiganya perlu dipahami agar konsumen dapat menentukan mana yang aman dan layak untuk dikonsumsi. Berdasarkan sumber data terpercaya dan penjelasan dari para pakar, berikut uraian mengenai masing-masing jenis air tersebut beserta aspek keamanan konsumsinya.

Air Mineral: Sumber Air Bawah Tanah yang Terlindungi

Air mineral secara umum berasal dari sumber air bawah tanah yang terlindungi dari pencemaran. Menurut Buxton, perusahaan air minum asal Inggris, air mineral alami mengandung mineral penting seperti kalsium, magnesium, kalium, sodium, bikarbonat, dan sulfat. Mineral-mineral ini memberikan rasa khas, biasanya sedikit asin, pada air mineral.

Syarat air mineral adalah diambil langsung dari sumber alami tanpa proses pengolahan menggunakan bahan kimia, sehingga kandungan mineralnya tetap terjaga. Air mineral kemudian dikemas untuk kebutuhan konsumsi manusia. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor 62 Tahun 2024, yang mengatur standar produk air minum dalam kemasan (AMDK) dengan SNI 3553:2023 bagi air mineral.

Air Tanah: Potensi dan Risiko Kontaminasi

Air tanah adalah air yang tersimpan di bawah permukaan tanah dalam formasi batuan atau sedimen yang dikenal sebagai akuifer. Secara teori, air ini terlindungi secara fisik dari kontaminasi langsung dari lingkungan permukaan. Namun, kualitasnya sangat bergantung pada kondisi lingkungan sekitar seperti kedalaman sumur, aktivitas manusia, sistem sanitasi, serta keberadaan industri dan pertanian.

Penelitian oleh Universitas Indonesia dan University of Technology Sydney pada 2024 mengungkapkan bahwa sejumlah sumber air tanah rumah tangga di Indonesia berpotensi terkontaminasi bakteri berbahaya seperti Escherichia coli. Hal ini umumnya disebabkan oleh buruknya sanitasi lingkungan. Oleh karena itu, pengguna air tanah, terutama dari sumur bor di rumah, dianjurkan untuk melakukan pengujian kualitas air secara berkala untuk meminimalkan risiko kesehatan.

Air Gunung: Air Hujan yang Bersumber dari Pegunungan

Air gunung berasal dari air hujan yang meresap melalui lapisan batuan di pegunungan. Setelah mengalami proses penyaringan alami oleh batuan, air ini muncul sebagai mata air atau sumber air pegunungan. Kandungan mineral dalam air gunung serupa dengan air mineral, seperti kalsium, magnesium, kalium, dan sodium.

Menurut Prof Lambok M Hutasoit, pakar hidrogeologi dari Institut Teknologi Bandung, air pegunungan yang digunakan oleh industri AMDK sebenarnya berasal dari akuifer dalam daerah pegunungan, bukan langsung dari danau atau sungai permukaan. Proses alami ini membuat air gunung cenderung bebas dari pencemaran kimia dan mikroba, sehingga memiliki kualitas yang baik untuk dikonsumsi.

Namun, tidak semua produk air berbasis air gunung menggunakan mata air terbuka; beberapa menggunakan sumur bor dalam di kawasan pegunungan sebagai sumber airnya. Oleh sebab itu, aspek traceability atau kejelasan sumber air pada kemasan sangat penting untuk diketahui konsumen.

Panduan Memilih Air Minum Dalam Kemasan yang Aman

Untuk memastikan keamanan dan kualitas air minum yang dikonsumsi, berikut beberapa tips yang perlu diperhatikan:

  1. Pastikan kemasan air dalam kondisi rapat dan tidak rusak. Produk harus memiliki izin resmi dari BPOM dan memenuhi standar SNI.
  2. Periksa label kemasan dengan seksama, khususnya informasi sumber air (misalnya mata air, pegunungan, atau sumur bor dalam) dan proses pengemasan.
  3. Ketahui kondisi lingkungan sekitar sumber air, apakah bebas dari limbah dan aktivitas industri maupun pertanian yang dapat mencemari.
  4. Jika menggunakan air tanah pribadi, lakukan pemeriksaan kualitas air secara rutin terhadap kontaminan seperti bakteri dan logam berat agar terhindar dari masalah kesehatan.

Secara umum, air mineral dan air gunung yang memenuhi standar nasional telah melalui proses pengujian ketat sehingga aman diminum langsung. Sedangkan air tanah di rumah perlu kehati-hatian khusus karena risiko pencemaran yang lebih tinggi tergantung lokasi dan kondisi sanitasi.

Dengan pemahaman tentang karakteristik dan risiko masing-masing jenis air ini, masyarakat dapat lebih bijak dalam memilih air minum yang sehat dan aman. Produsen juga didorong untuk transparan menginformasikan sumber dan proses pengolahan air guna meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk mereka.

Source: lifestyle.bisnis.com

Exit mobile version