Industri alat kesehatan Indonesia mencatat terobosan penting dengan mulai diproduksinya tempat tidur rumah sakit pintar yang mampu memantau kondisi pasien secara real-time. Produk inovatif ini lahir dari kolaborasi antara DV Medika, perusahaan alat kesehatan lokal, dan LINET, produsen global asal Eropa, yang mendirikan fasilitas produksi pertama di Asia tepatnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah.
Tempat tidur pintar tersebut dilengkapi dengan berbagai fitur canggih, seperti sensor yang dapat mendeteksi perubahan kondisi pasien, mulai dari gelisah hingga tekanan tubuh yang terlalu lama pada satu titik. Informasi ini secara otomatis terhubung dengan sistem digital rumah sakit, sehingga tenaga medis dapat melakukan pemantauan pasien secara efisien tanpa perlu pemeriksaan manual berulang. Teknologi ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan pasien, mencegah luka tekan, serta mengoptimalkan penggunaan sumber daya medis.
Steven Lee, CEO DV Medika, menyatakan bahwa kolaborasi dengan LINET menjadi tonggak penting dalam mengembangkan industri alat kesehatan nasional. “Kami tidak hanya menghadirkan produk berstandar internasional, tetapi juga membangun ekosistem manufaktur yang mampu bersaing secara global,” ucap Steven dalam sebuah wawancara di Jakarta pada Oktober 2025. Dia menambahkan, inisiatif ini juga bertujuan memberdayakan tenaga kerja Indonesia dan memperkuat kapasitas industri lokal untuk menjadi pemain global.
Dari sisi produsen internasional, Olivier Declemy, Managing Director LINET Asia, mengungkapkan optimisme terhadap potensi Indonesia di bidang manufaktur alat kesehatan. “Kemitraan ini memungkinkan kami berkontribusi langsung dalam menyediakan solusi perawatan berkualitas tinggi sekaligus mendukung transformasi kesehatan nasional,” katanya. Produk hasil kerja sama ini meliputi empat jenis tempat tidur pintar, mulai dari Ultra-Premium Smart ICU Bed hingga Pediatric Bed yang difokuskan pada keselamatan pasien dan integrasi teknologi digital.
Kementerian Kesehatan Indonesia melalui Dirjen Farmasi dan Alat Kesehatan, Dr. Lucia Rizka Andalusia, mengapresiasi langkah ini karena sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong penggunaan produk alat kesehatan dalam negeri dan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). “Produksi lokal alat kesehatan berteknologi tinggi adalah langkah strategis untuk mewujudkan kemandirian industri dan meningkatkan daya saing nasional,” ujar Dr. Lucia.
Produksi di fasilitas KEK Kendal ini juga memiliki ambisi tidak hanya memenuhi pasar domestik, tetapi juga ekspor ke luar negeri. Dengan demikian, inovasi buatan Indonesia berpotensi digunakan oleh rumah sakit internasional, membawa nama Indonesia ke panggung global alat kesehatan.
Berikut gambaran fitur unggulan smart hospital bed hasil kolaborasi DV Medika dan LINET:
1. Sensor pemantauan pasien secara real-time.
2. Sistem deteksi tekanan tubuh berlebih untuk mencegah luka tekan.
3. Integrasi data medis ke dalam sistem digital rumah sakit.
4. Desain khusus untuk berbagai kebutuhan, termasuk ICU dan perawatan anak.
5. Meningkatkan efisiensi tenaga medis dengan pengurangan pemeriksaan manual.
Dengan teknologi ini, konsep smart hospital di Indonesia semakin mendekati kenyataan. Implementasi tempat tidur pintar menjadi bagian dari transformasi digital di rumah sakit, memberikan layanan kesehatan yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Steven Lee menegaskan komitmen pihaknya agar masyarakat Indonesia mendapat layanan kesehatan kelas dunia melalui peningkatan kapasitas produksi dan kerja sama strategis lintas sektor. Langkah ini diharapkan membuka peluang lebih luas dalam inovasi alat kesehatan dalam negeri dan memperkuat kemandirian nasional di bidang teknologi kesehatan.
Source: www.suara.com
