Mengenal Infeksi Darah Penyebab Wafatnya Ibu Suri Thailand: Fakta Lengkap

Ibu Suri Thailand, Sirikit Kitiyakara, meninggal dunia pada usia 93 tahun di sebuah rumah sakit di Bangkok setelah dirawat karena mengalami infeksi darah sejak 17 Oktober 2025. Infeksi darah yang dialami Sirikit disebut sepsis, kondisi medis serius yang terjadi ketika infeksi memicu respons sistem kekebalan tubuh yang ekstrem dan tidak terkendali.

Sepsis, seperti yang disampaikan Biro Rumah Tangga Kerajaan Thailand, merupakan penyebab utama kondisi kritis yang dialami sang Ibu Suri hingga akhirnya menyebabkan kematiannya. Secara medis, sepsis terjadi ketika tubuh melepaskan protein dan zat kimia untuk melawan infeksi, tetapi respons imun tersebut justru memicu peradangan yang luas dan merusak organ.

Dikutip dari World Health Organization (WHO), sepsis diklasifikasikan menjadi tiga tahapan utama, yaitu:
1. Sepsis ringan – infeksi dan peradangan terjadi, namun pasien masih bisa bertahan dengan penanganan yang tepat.
2. Sepsis berat – peradangan meluas, menyebabkan gangguan fungsi organ.
3. Syok septik – tahap paling parah di mana tekanan darah turun drastis, berpotensi mengancam jiwa.

Gejala umum sepsis meliputi demam, menggigil, kesulitan bernapas, detak jantung cepat, nyeri hebat, kulit berkeringat dan lembap, serta tekanan darah rendah. Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera karena dapat berkembang dengan sangat cepat.

Menurut para ahli kesehatan dan peneliti yang disitir oleh Healthline dan dikaji secara medis oleh dokter Darragh O’Carroll, lanjut usia berusia di atas 65 tahun merupakan kelompok yang paling rentan terhadap infeksi darah. Faktor usia, sistem kekebalan tubuh yang melemah, dan potensi penyakit penyerta membuat risiko kematian akibat sepsis menjadi lebih tinggi, seperti yang dialami oleh Ibu Suri Sirikit.

Dalam konteks Ibu Suri Sirikit Kitiyakara, usianya yang telah mencapai 93 tahun secara signifikan meningkatkan kerentanan terhadap komplikasi infeksi. Sepsis tidak hanya mengancam nyawa karena infeksinya itu sendiri, tetapi juga akibat dampak luas pada organ tubuh yang dapat menyebabkan kegagalan fungsi multi-organ.

Pengalaman tragis ini menunjukkan pentingnya deteksi dini dan penanganan cepat terhadap gejala infeksi terutama pada kelompok usia lanjut. Sepsis saat ini menjadi salah satu penyebab kematian utama di dunia, sehingga kesadaran masyarakat dan tenaga medis mengenai tanda-tanda serta risiko sepsis sangat diperlukan.

Selain faktor usia, individu dengan sistem imun yang lemah, penyakit kronis seperti diabetes dan gangguan jantung juga berisiko tinggi mengalami infeksi darah. upaya pencegahan meliputi vaksinasi, menjaga kebersihan, dan pengobatan infeksi dengan tepat waktu.

Kematian Ibu Suri Sirikit menjadi pengingat sekaligus dorongan untuk meningkatkan perhatian global terhadap penyakit sepsis, yang meskipun umum, masih sering terlambat dikenali. Penanganan yang tepat dan cepat dapat menyelamatkan nyawa pasien, terutama kelompok rentan seperti lansia.

Kasus ini juga menambah referensi penting bagi dunia medis dalam memahami dampak fatal infeksi darah dan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi pasien berumur lanjut. Pemerintah dan lembaga kesehatan di seluruh dunia semakin mendorong edukasi seputar pencegahan dan penatalaksanaan sepsis agar angka kematian akibat kondisi ini dapat ditekan di masa depan.

Dengan kondisi seperti yang dialami Ibu Suri Sirikit Kitiyakara, masyarakat luas diharapkan lebih waspada terhadap tanda-tanda infeksi dan selalu mencari pertolongan medis segera, terutama jika ditemukan gejala-gejala sepsis. Upaya ini dapat menjadi langkah penting mengurangi risiko fatalitas dari infeksi darah yang mengancam nyawa.

Source: www.beritasatu.com

Exit mobile version