Fenomena terminal lucidity menjadi momen mengharukan dan penuh tanda tanya yang kerap terjadi sesaat sebelum seseorang meninggal dunia. Terminal lucidity adalah keadaan di mana fungsi kognitif dan kemampuan berkomunikasi seseorang yang sebelumnya mengalami gangguan berat, seperti akibat penyakit neurologis kronis, tiba-tiba membaik secara sementara. Kejadian ini biasanya berlangsung selama beberapa jam sampai beberapa hari sebelum kematian, sehingga menciptakan kesempatan komunikasi dan interaksi yang tidak terduga antara pasien dan orang terdekatnya.
Terminal lucidity sering muncul pada pasien dengan berbagai kondisi medis yang memengaruhi otak. Beberapa diagnosis yang tercatat mengalami fenomena ini antara lain penyakit Alzheimer, demensia, tumor otak, pasca-stroke berat, abses otak, meningitis, hingga gangguan psikiatris seperti skizofrenia. Pada masa tersebut, pasien dapat menunjukkan berbagai manifestasi klinis yang jelas terlihat oleh keluarga maupun tenaga medis. Contohnya, mereka bisa mengenali kembali anggota keluarga atau teman yang sebelumnya sudah tidak dikenal, mengingat dan bercerita ulang pengalaman masa lalu secara jelas, berbicara dengan lancar dan koheren, hingga menampilkan sifat kepribadian atau reaksi emosional yang lama hilang.
Meski begitu, fenomena ini masih menjadi misteri besar bagi ilmu pengetahuan. Kondisi ini terjadi di tengah otak yang telah mengalami kerusakan signifikan dan gangguan struktural akibat penyakit. Hingga kini, mekanisme biologis yang menyebabkan terminal lucidity belum bisa dijelaskan secara pasti. Beberapa hipotesis yang muncul antara lain adanya aktivasi sirkuit saraf residual di otak, yang sebelumnya tidak aktif tetapi menjadi fungsional sementara menjelang kematian. Hipotesis lain menyebutkan bahwa terjadi perubahan drastis neurokimia otak, seperti fluktuasi neurotransmiter dan hormon stres yang bisa memicu kejernihan mental dalam waktu singkat.
Selain itu, teori juga menyebutkan bahwa pengurangan tekanan intrakranial, terutama pada pasien dengan tumor atau pembengkakan otak, bisa memungkinkan fungsi otak tertentu kembali aktif sementara. Ada pula anggapan bahwa fenomena ini adalah bagian dari respons fisiologis tubuh terhadap proses kematian itu sendiri, sesuatu yang belum sepenuhnya dipahami oleh ilmu medis saat ini. Meskipun terminal lucidity dapat terlihat seperti tanda pemulihan, para ahli menegaskan bahwa ini bukan indikasi kesembuhan, melainkan momen transien di akhir hayat.
Bagi keluarga dan tenaga kesehatan, menyaksikan terminal lucidity menghadirkan berbagai dinamika emosional. Fenomena ini memberikan kesempatan terakhir yang sangat berharga untuk berinteraksi, berkomunikasi, dan melakukan rekonsiliasi dengan pasien. Namun di sisi lain, kehadiran terminal lucidity juga dapat menimbulkan harapan palsu tentang kemungkinan kesembuhan jika tidak dijelaskan secara tepat oleh tenaga medis. Oleh sebab itu, peran edukasi dan dukungan dari tenaga kesehatan menjadi sangat penting untuk menjaga keseimbangan emosional keluarga.
Dalam praktik perawatan paliatif, mengenali dan memahami fenomena ini sangat penting. Beberapa pendekatan yang disarankan guna menghadapi terminal lucidity meliputi validasi pengalaman pasien dan keluarga dengan menghargai momen tersebut, serta memfasilitasi komunikasi tanpa memberikan tekanan berlebih. Dukungan emosional yang tenang dan sentuhan fisik yang menenangkan juga dinilai bermanfaat untuk membantu pasien merasa nyaman. Terakhir, tenaga medis diharapkan bisa mengelola ekspektasi keluarga dengan cara yang lembut, bahwa kejernihan mental yang muncul hanyalah sementara dan bukan tanda pemulihan.
Fenomena terminal lucidity membawa dimensi baru dalam pemahaman proses kematian dan fungsi otak di tahap akhir kehidupan. Meskipun masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, pengalaman ini menjadi pelajaran berharga mengenai aspek kemanusiaan dan keajaiban dalam perjalanan hidup dan kematian. Bagi banyak keluarga, momen ini menjadi kesempatan untuk mengucapkan kata perpisahan dan menciptakan kenangan terakhir yang berarti bersama orang tercinta.
Source: lifestyle.bisnis.com
