
Banyak orang masih bingung membedakan antara kencing batu dan batu ginjal karena keduanya melibatkan pembentukan batu di saluran kemih. Nyatanya, kencing batu berasal dari batu yang terbentuk di kandung kemih, sedangkan batu ginjal terbentuk di dalam ginjal atau saluran kemih bagian atas.
Dalam dunia medis, lokasi pembentukan batu ini menjadi salah satu ciri utama yang membedakan keduanya. Meski berbeda lokasi, keduanya bisa menyebabkan rasa sakit yang hebat dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius bila tidak ditangani dengan cepat.
Perbedaan Gejala Kencing Batu dan Batu Ginjal
Gejala kencing batu sering tidak terlihat jika batu masih kecil. Namun, ketika batu membesar, muncul keluhan nyeri di perut bagian bawah dan seringnya ingin buang air kecil.
Selain itu, penderita kencing batu dapat merasakan sakit saat berkemih dan urine terlihat merah akibat bercampur darah. Pada kasus tertentu, sulit untuk mengeluarkan urine dalam jumlah banyak dan infeksi saluran kemih yang sering kambuh juga bisa terjadi.
Berbeda dengan kencing batu, batu ginjal biasanya menunjukkan gejala yang lebih jelas dan intens. Nyeri hebat muncul di pinggang, perut bagian bawah, atau selangkangan dan urin bisa berwarna keruh dengan bau tak sedap.
Penderita batu ginjal juga kerap mengalami kencing sakit dengan frekuensi meningkat, selain mual, muntah, bahkan demam dan menggigil jika terjadi infeksi. Ini menunjukkan bahwa batu ginjal cenderung lebih agresif dalam tanda-tanda klinisnya.
Penyebab Terbentuknya Kencing Batu dan Batu Ginjal
Pembentukan kencing batu sering kali dipicu oleh kandung kemih yang tidak kosong sempurna setelah buang air kecil. Kondisi ini dapat disebabkan oleh gangguan saraf pengontrol kandung kemih atau adanya kantong kecil pada dinding kandung kemih yang disebut divertikulum.
Faktor lain seperti infeksi saluran kemih, pembesaran prostat pada pria lanjut usia, serta batu ginjal yang turun ke kandung kemih juga ikut menyebabkan kencing batu. Jika tidak segera dikeluarkan, batu ini bisa membesar dan menimbulkan masalah kesehatan lebih lanjut.
Sementara itu, batu ginjal umumnya terbentuk dari penumpukan kristal mineral dan garam di ginjal yang disebabkan oleh beberapa faktor. Dehidrasi menjadi penyebab utama karena urine yang pekat mempermudah kristalisasi mineral.
Selain itu, konsumsi garam, gula, dan protein berlebihan juga meningkatkan risiko batu ginjal. Infeksi dan gangguan metabolisme yang mengubah sifat urine pun ikut menjadi pemicu pembentukan batu tersebut.
Faktor Risiko Kencing Batu dan Batu Ginjal
Beberapa faktor meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami kencing batu, antara lain:
- Pria memiliki risiko lebih tinggi dibanding wanita.
- Usia lanjut atau lansia.
- Riwayat operasi penambahan kapasitas kandung kemih.
- Struktur uretra yang menyempit.
- Infeksi parasit seperti schistosomiasis.
- Riwayat batu ginjal sebelumnya.
Sementara itu, faktor risiko batu ginjal sedikit berbeda, yakni:
- Pria lebih sering mengalaminya.
- Gangguan metabolisme seperti hiperparatiroidisme.
- Kurangnya asupan air putih.
- Riwayat keluarga dengan batu ginjal.
- Kelainan struktural pada ginjal.
- Tekanan darah tinggi atau hipertensi.
- Obesitas.
- Penyakit radang usus.
Mengetahui faktor risiko ini penting agar dapat menerapkan langkah pencegahan dini dan mengenali gejala awal dengan cepat.
Dengan memahami perbedaan utama antara kencing batu dan batu ginjal, mulai dari lokasi pembentukan, gejala, penyebab, hingga faktor risikonya, langkah penanganan yang tepat bisa segera dilakukan. Konsultasikan pada dokter jika mengalami gejala mencurigakan agar diagnosis dan pengobatan berjalan efektif dan mencegah komplikasi yang lebih serius.





