Setelah berpuasa seharian, berbuka menjadi saat yang dinanti-nanti untuk melepas dahaga dan mengisi tenaga. Namun, cara minum saat berbuka justru dapat memengaruhi energi tubuh. Ternyata, beberapa kebiasaan minum saat berbuka puasa bisa membuat tubuh cepat merasa lemas, mengantuk, bahkan pusing.
Saat puasa, tubuh mengalami dehidrasi dan penurunan kadar gula darah. Oleh sebab itu, cara mengonsumsi cairan saat berbuka perlu diperhatikan agar kondisi tubuh kembali pulih secara optimal. Berikut ini empat kebiasaan minum saat berbuka yang diam-diam bisa menguras energi tubuh.
1. Minum Terlalu Banyak dalam Satu Waktu
Kebiasaan menghabiskan satu atau dua gelas besar minuman sekaligus saat berbuka umum dilakukan. Namun, hal ini dapat membuat lambung kaget setelah kosong seharian. Volume cairan besar yang tiba-tiba masuk ke perut menyebabkan rasa kembung dan tidak nyaman.
Akibatnya, tubuh malah terasa lemas karena sistem pencernaan bekerja ekstra menyesuaikan kondisi. Selain itu, perut yang penuh cairan dapat memicu rasa kenyang palsu sehingga makan pun menjadi terburu-buru atau berlebihan. Kondisi ini memengaruhi pola energi tubuh yang cepat naik lalu turun drastis.
2. Langsung Minum Minuman Manis
Minuman seperti es sirup, teh manis, atau minuman bersoda memang terasa menyegarkan dan banyak dipilih saat berbuka. Namun, kandungan gula tinggi dalam minuman ini menyebabkan lonjakan gula darah mendadak.
Sejenak tubuh akan merasa bertenaga, tetapi setelah itu terjadi penurunan gula darah yang cepat, dikenal sebagai "sugar crash". Gejalanya berupa rasa lemas, mengantuk, dan kesulitan fokus. Sebaiknya, awali berbuka dengan air putih atau air hangat, lalu konsumsi minuman manis dalam porsi kecil untuk menjaga kestabilan kadar gula darah.
3. Minum Terlalu Dingin Saat Perut Kosong
Sensasi minuman dingin memang menggoda setelah berpuasa seharian. Sayangnya, minum cairan yang terlalu dingin saat perut kosong dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah di saluran pencernaan.
Efeknya bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, kram ringan, atau pusing pada beberapa orang. Tubuh yang sedang dalam fase adaptasi sebaiknya diberi transisi yang lembut dengan minuman bersuhu normal atau hangat. Minuman hangat juga mendorong kita untuk minum lebih perlahan sehingga lebih bersahabat dengan pencernaan.
4. Kurang Minum Air Putih
Sering kali saat berbuka, kita lebih fokus memilih berbagai minuman berperisa seperti sirup, jus, atau susu. Akibatnya, konsumsi air putih menjadi terabaikan. Padahal, air putih sangat penting untuk menghidrasi tubuh setelah berjam-jam tidak minum.
Minuman berperisa memang menambah cairan, tapi kandungan gula dan zat tambahan lainnya bisa membuat tubuh tetap merasa haus atau cepat lelah. Sebaiknya, bagi waktu minum air putih menjadi beberapa sesi, misalnya satu gelas saat berbuka, satu gelas setelah makan, dan beberapa gelas sebelum tidur serta saat sahur.
Mengevaluasi kebiasaan minum saat berbuka sangat penting agar tubuh tidak mengalami penurunan energi secara cepat. Memilih jumlah minum yang tepat, menghindari konsumsi gula berlebih, menjaga suhu minuman, dan memastikan kecukupan air putih menjadi langkah bijak. Dengan menerapkan kebiasaan ini, kondisi tubuh menjadi lebih stabil dan segar meski baru melewati puasa seharian. Jadi, pastikan cara minum saat berbuka tidak justru menjadi penyebab tubuh mudah lemas.
Source: www.beautynesia.id