BYD Dolphin PHEV Meluncur di Eropa, Harga Nyaris Rp 600 Juta untuk Hatchback Kota

Author: Qoo Media

BYD resmi membuka pemesanan Dolphin G DM-i di Eropa, sebuah hatchback plug-in hybrid yang dibanderol mulai 28.990 euro di Jerman. Angka itu setara sekitar Rp 596 jutaan, sehingga posisinya langsung menarik perhatian karena nyaris menyentuh Rp 600 juta.

Kehadiran model ini penting karena Dolphin G DM-i bukan sekadar turunan dari produk lama. BYD menyebut mobil ini sebagai model pertama yang dikembangkan secara eksklusif untuk pasar Eropa dan akan diproduksi di pabrik perusahaan di Szeged, Hungaria.

Langkah itu memperlihatkan keseriusan BYD dalam memperkuat pijakan di pasar Eropa. Fokusnya juga cukup jelas, yakni menghadirkan hatchback elektrifikasi yang dirancang untuk kebutuhan perkotaan, tetapi tetap menawarkan fleksibilitas berkat sistem plug-in hybrid.

Secara desain, Dolphin G DM-i memakai ciri khas yang sudah familier pada mobil modern BYD. Bagian depannya memakai lampu tipis, lalu ada gagang pintu semi-tersembunyi dan overhang pendek yang menegaskan karakter kompaknya.

Ukuran bodinya mencerminkan pendekatan tersebut. Panjang mobil ini 4.160 mm, lebar 1.825 mm, tinggi 1.575 mm, dengan jarak sumbu roda 2.610 mm.

Dimensi itu juga membuatnya punya posisi berbeda dibanding Dolphin listrik yang sudah lebih dulu dijual di Eropa. Dolphin G DM-i tercatat 130 mm lebih pendek dan 55 mm lebih lebar daripada Dolphin versi listrik untuk pasar yang sama.

Fokus pada kepraktisan kabin

Masuk ke dalam, BYD membekali mobil ini dengan panel instrumen LCD 8,8 inci. Layar sentuh mengambangnya tersedia dalam ukuran 10,1 inci atau 12,8 inci, tergantung level trim yang dipilih.

Konsol tengah dirancang sederhana namun fungsional. Di area ini tersedia bantalan pengisian daya ponsel nirkabel, tempat gelas, dan blok tombol fisik yang tetap dipertahankan.

Aspek kepraktisan menjadi nilai jual lain yang diangkat BYD pada model ini. Bagasi standarnya memiliki kapasitas 425 liter, lalu bisa melar hingga 1.225 liter ketika kursi belakang dilipat rata.

Konfigurasi itu memberi sinyal bahwa Dolphin G DM-i tidak hanya mengejar efisiensi, tetapi juga penggunaan harian yang lebih luas. Untuk mobil berukuran kompak, volume bagasi tersebut menjadi salah satu detail penting bagi konsumen keluarga kecil atau pengguna urban.

Sistem PHEV dan pilihan baterai

Dolphin G DM-i hadir standar dengan sistem plug-in hybrid. Di balik kapnya terdapat mesin naturally aspirated 1,5 liter bertenaga 70 kW yang dipadukan dengan motor listrik 120 kW.

BYD menyiapkan beberapa varian dengan karakter performa yang berbeda. Tipe Active sebagai varian termurah memakai baterai 7,42 kWh dan menghasilkan output daya gabungan 129 kW.

Sementara itu, varian Boost, Comfort, dan Sport dibekali baterai yang lebih besar, yakni 18,3 kWh. Paket ini membuat output daya gabungan sistem naik menjadi 156 kW atau 209 hp.

Keunggulan utama dari baterai lebih besar itu ada pada kemampuan berkendara listrik murni. BYD mencantumkan jarak tempuh hingga 105 km dalam mode listrik berdasarkan siklus WLTP.

Angka tersebut cukup penting dalam konteks penggunaan harian di kota. Dengan mode listrik yang lebih jauh, pengguna punya peluang lebih besar untuk menekan konsumsi bensin saat mobil dipakai untuk mobilitas rutin.

Performa dan harga di Jerman

Untuk performa, Dolphin G DM-i diklaim mampu berakselerasi dari posisi diam hingga 100 km/jam dalam 8,3 detik. Konsumsi bahan bakarnya tercatat 4,5 liter per 100 km.

Kombinasi performa dan efisiensi ini menunjukkan bahwa BYD mencoba menempatkan mobil ini di titik tengah. Mobil tidak hanya dibuat hemat, tetapi juga tetap cukup responsif untuk kebutuhan berkendara sehari-hari.

Di pasar Jerman, harga awal 28.990 euro menempatkan Dolphin G DM-i sebagai produk strategis dalam ekspansi BYD di Eropa. Dengan status sebagai model yang dikembangkan khusus untuk kawasan tersebut dan produksi yang dilakukan di Hungaria, mobil ini menjadi salah satu sinyal kuat arah baru BYD di segmen hatchback elektrifikasi.

Source: oto.detik.com
Terbaru