15 Oleh-Oleh Khas Bogor Paling Populer, Mana Yang Paling Layak Dibawa Pulang?

Author: Qoo Media

Bogor masih jadi tujuan favorit wisatawan Jabodetabek untuk libur singkat, termasuk saat musim Lebaran. Selain udara yang sejuk dan jaraknya dekat dari Jakarta, kota ini juga dikenal punya banyak kuliner yang cocok dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

Pilihan oleh-oleh khas Bogor sangat beragam, mulai dari makanan basah yang segar sampai camilan kering yang tahan lebih lama. Harganya pun relatif terjangkau, sehingga wisatawan bisa menyesuaikan belanja dengan kebutuhan dan anggaran.

Oleh-oleh khas Bogor yang paling populer

Asinan Bogor termasuk nama yang paling sering dicari wisatawan. Hidangan ini memakai sayuran seperti kol, tauge, dan mentimun dengan kuah berwarna merah, sementara varian buahnya memadukan bengkoang, jambu, salak, dan kedondong.

Rasa asin, asam, dan pedas membuat asinan Bogor cocok untuk pembeli yang menyukai makanan segar. Karena rasanya khas dan mudah dikenali, produk ini biasanya langsung masuk daftar belanja saat orang berkunjung ke Kota Hujan.

Manisan buah juga punya tempat khusus di hati pemburu oleh-oleh. Varian basah memakai air gula, sedangkan varian kering dilapisi gula pasir, dengan buah populer seperti pala, anggur Bogor, salak, mangga, dan kedondong.

Di Bogor, talas tidak hanya dijual dalam bentuk umbi, tetapi juga diolah menjadi berbagai makanan turunan. Salah satu yang paling terkenal adalah lapis talas Bogor, bolu kukus lembut dengan warna ungu-kuning dan taburan keju di atasnya.

Harga lapis talas Bogor berada di kisaran Rp40.000 hingga Rp55.000 per kotak. Produk ini juga hadir dalam beberapa varian rasa, seperti original keju, tiramisu, brownies, choco oreo, dan blackforest.

Pilihan oleh-oleh modern yang semakin dicari

Strudel Bogor menjadi contoh oleh-oleh kekinian yang memadukan konsep pastry berlapis dengan cita rasa lokal. Isinya beragam, dari apel, pisang cokelat, dan cokelat keju, sampai varian gurih seperti sei sapi, bakso, asinan, dan martabak.

Salah satu nama yang dikenal luas adalah Jumbo atau Jumpa Bogor, yang disebut sudah berdiri sejak 1985. Harganya mulai dari Rp35 ribuan, sehingga masih relatif ramah untuk pembeli yang ingin membawa lebih dari satu jenis oleh-oleh.

Macaroni panggang juga populer di kalangan pencinta makanan gurih. Teksturnya padat, creamy, dan renyah di bagian atas karena ditaburi keju lalu dipanggang.

Isian yang umum dipilih antara lain smoked beef, jamur, dan keju, dengan ukuran small, medium, dan large. Harganya berkisar Rp55.000 hingga Rp225.000, tergantung ukuran dan varian.

Daftar oleh-oleh Bogor yang layak masuk tas belanja

  1. Roti Unyil Venus, dengan ukuran kecil dan lebih dari 60 varian rasa.
  2. PapaPia, kue pia berisi talas, cokelat, keju, kacang hijau, dan kacang merah.
  3. Bika Bogor, yang memakai bahan dasar talas dan hadir dalam varian seperti pandan, nangka, dan cokelat keju.
  4. Talas Bogor, baik merah maupun putih, yang sering dijual segar atau diolah menjadi keripik dan brownies.
  5. Ubi bakar cilembu, yang terkenal manis legit seperti madu dan cocok dinikmati dalam kondisi hangat.

Roti Unyil Venus masih jadi salah satu ikon oleh-oleh paling terkenal di Bogor. Ukurannya hanya sekitar 5 cm, tetapi pilihannya sangat banyak, dari sosis, keju, smoked beef, abon, cokelat, stroberi, hingga mocca.

Harga per buahnya sekitar Rp3.000 sampai Rp4.000, dan biasanya dijual dalam paket isi 10, 15, atau 35. Karena bentuknya kecil, roti ini sering dibeli dalam jumlah banyak untuk keluarga atau rekan kerja.

PapaPia menawarkan alternatif bakpia dengan sentuhan Bogor. Kue ini punya kulit renyah dan isian lembut, dengan varian rasa talas, cokelat, keju, kacang hijau, kacang merah, hingga rasa kekinian.

Bika Bogor juga menarik karena memakai talas sebagai ciri khas. Teksturnya berongga, lembut, dan kenyal, dengan rasa gurih-manis yang membedakannya dari bika Ambon.

Oleh-oleh kering dan minuman tradisional

Talas Bogor tetap menjadi bahan yang paling identik dengan daerah ini. Talas merah biasanya lebih pulen dan cocok untuk olahan makanan, sedangkan talas putih lebih sering diproses menjadi keripik karena teksturnya cenderung lebih renyah.

Harga talas Bogor disebut berada di kisaran Rp12.000 hingga Rp25.000 per kilogram. Untuk ukuran besar, harganya bisa mencapai sekitar Rp30 ribuan per kilogram.

Keripik pisang juga banyak dibeli wisatawan karena praktis dibawa pulang. Produk ini dibuat dari pisang kepok yang diiris tipis, lalu digoreng sampai renyah, dengan varian rasa manis seperti cokelat, stroberi, matcha, dan juga varian asin.

Abon Gulung Bogor Raya menjadi pilihan bagi pembeli yang ingin oleh-oleh modern dengan tampilan menarik. Produk ini hadir dengan topping abon yang melimpah, sementara varian rasanya mencakup abon sapi original, spicy, dan keju.

Mochi Bogor, terutama dari Mochibo, juga kuat sebagai oleh-oleh khas Kota Hujan. Isinya memakai buah-buahan lokal seperti talas, pala, nanas, dan stroberi, sehingga memberi karakter berbeda dari mochi pada umumnya.

Ada pula bir kotjok, minuman rempah tanpa alkohol yang dibuat dari jahe, kayu manis, cengkeh, dan gula aren. Produk ini dijual sekitar Rp10.000 per botol dan sering dipilih sebagai oleh-oleh unik karena rasanya hangat dan aromanya khas.

Kacang Bogor menutup daftar ini sebagai camilan sederhana yang tetap dicari. Bentuknya bulat, teksturnya empuk, dan kini hadir dalam versi rebus maupun goreng dengan bumbu asin, balado, hingga keju manis, dengan harga sekitar Rp20 ribuan per kemasan.

Source: www.beautynesia.id
Terbaru