Menjelang Iduladha 2026, harga sapi kurban mulai menjadi perhatian karena permintaan biasanya naik saat memasuki periode Dzulhijjah. Kenaikan kebutuhan ini membuat harga di pasar cenderung berfluktuasi, terutama untuk sapi berukuran besar dan kondisi fisik prima.
Bagi calon pekurban, memahami kisaran harga sejak awal penting agar anggaran bisa disiapkan lebih tepat. Selain harga, pembeli juga perlu memastikan sapi yang dipilih sehat, cukup umur, dan memiliki bobot yang sesuai agar kurban sah menurut syariat.
Kisaran harga berdasarkan jenis dan usia
Sapi Simental dan Limosin tetap menjadi pilihan yang banyak dicari karena posturnya besar dan produksi dagingnya dinilai lebih banyak. Karakter itu pula yang membuat harga keduanya umumnya berada di atas sapi lokal.
Untuk sapi jantan Simental/Limosin, harga sapi dewasa berkisar Rp14.000.000 hingga Rp21.500.000. Sementara sapi jantan umur 1 tahun berada di kisaran Rp10.000.000 sampai Rp16.000.000, dan usia 3-5 bulan mulai Rp6.000.000 hingga Rp11.500.000.
Sapi jantan putih lokal juga banyak diminati masyarakat karena relatif mudah ditemukan di berbagai daerah. Harganya cukup bervariasi, bergantung pada ukuran tubuh dan kondisi fisik ternak.
Pada kategori ini, sapi jantan dewasa dibanderol mulai Rp12.500.000 sampai Rp24.000.000. Adapun sapi jantan umur 1 tahun berada di kisaran Rp8.000.000 hingga Rp15.500.000, sedangkan usia 3-5 bulan mulai Rp5.500.000 sampai Rp6.500.000.
Di kelompok sapi betina, Simental dan Limosin juga memiliki rentang harga tersendiri. Sapi betina dewasa jenis ini diperkirakan berada pada kisaran Rp11.500.000 sampai Rp19.500.000.
Untuk sapi betina Simental/Limosin umur 1 tahun, harga mulai Rp8.500.000 hingga Rp13.000.000. Sementara usia 3-5 bulan berkisar Rp5.000.000 sampai Rp8.000.000.
Sapi betina putih lokal menjadi opsi lain dengan rentang harga yang lebih beragam. Untuk sapi dewasa, kisaran harganya mulai Rp9.500.000 hingga Rp16.000.000.
Pada usia 1 tahun, sapi betina putih berada di kisaran Rp7.800.000 sampai Rp10.500.000. Sedangkan usia 3-5 bulan dipatok mulai Rp4.900.000 hingga Rp8.500.000.
Faktor yang membuat harga bisa berbeda
Harga sapi kurban 2026 tidak seragam di setiap daerah. Lokasi peternakan, biaya pengiriman, dan tingginya permintaan pasar menjelang Iduladha ikut memengaruhi harga akhir yang dibayar pembeli.
Sapi dengan ukuran lebih besar dan kondisi sehat biasanya dibanderol lebih tinggi. Karena itu, kisaran harga di lapangan bisa bergerak mengikuti kualitas ternak yang ditawarkan.
Calon pembeli juga perlu memahami bahwa harga tidak hanya ditentukan oleh jenis sapi. Usia ternak menjadi faktor penting karena berkaitan langsung dengan ukuran tubuh, bobot, dan kelayakan untuk kurban.
Semakin mendekati hari raya, pasar biasanya menjadi lebih ramai dan pilihan sapi berkualitas cepat berkurang. Kondisi ini kerap membuat pembeli harus bergerak lebih cepat untuk mendapatkan hewan yang sesuai anggaran.
Hal penting sebelum membeli sapi kurban
Selain menyiapkan dana, pembeli wajib memeriksa kondisi fisik sapi secara menyeluruh. Bagian mata, hidung, kaki, kulit, dan tubuh perlu diperhatikan untuk memastikan tidak ada luka, cacat, atau tanda penyakit.
Sapi yang sehat umumnya tampak aktif, matanya cerah, dan bulunya bersih. Hewan yang terlihat lemas atau mengalami gangguan fisik sebaiknya dihindari karena bisa menandakan kondisi yang tidak fit.
Usia juga menjadi syarat penting dalam kurban. Sapi untuk kurban minimal harus berusia 2 tahun agar memenuhi ketentuan syariat.
Informasi usia bisa ditanyakan langsung kepada peternak atau penjual. Selain melalui catatan peternakan, usia ternak juga biasanya dapat diperiksa lewat kondisi gigi sapi.
Bobot sapi perlu diperhatikan karena berpengaruh pada kualitas dan jumlah daging yang nantinya dibagikan. Banyak pembeli memilih sapi berbadan sedang hingga besar karena dianggap lebih ideal untuk kebutuhan kurban.
Meski begitu, tubuh sapi tetap harus proporsional dan tidak terlalu kurus maupun terlalu gemuk. Bentuk badan yang seimbang biasanya menjadi salah satu penanda bahwa ternak dirawat dengan baik.
Perilaku sapi juga bisa menjadi petunjuk kondisi kesehatannya. Sapi yang sehat biasanya responsif terhadap lingkungan, aktif bergerak, dan memiliki nafsu makan yang baik.
Sebaliknya, sapi yang tampak lesu atau tidak bertenaga patut dicermati lebih lanjut. Dalam situasi permintaan yang meningkat menjelang Iduladha 2026, ketelitian saat memilih hewan menjadi langkah penting agar pembeli tidak hanya mendapatkan harga yang sesuai, tetapi juga sapi kurban yang layak secara kesehatan dan syariat.
Source: www.suara.com






