
Jus menjadi pilihan praktis bagi banyak orang yang ingin memenuhi kebutuhan vitamin harian. Di tengah tren hidup sehat, jus cold-pressed makin dilirik karena dianggap menawarkan buah dan sayur tanpa tambahan gula maupun air.
Namun, pilihan yang paling sehat tidak selalu sama untuk semua orang. Perbedaan utama ada pada cara pembuatan, kandungan serat, serta tujuan konsumsi yang ingin dicapai.
Cara pembuatan menentukan hasil akhir
Jus biasa umumnya dibuat dengan blender atau juicer sentrifugal. Alat ini memakai pisau berkecepatan tinggi untuk memotong buah atau sayur, sehingga prosesnya cepat dan praktis.
Proses itu biasanya menimbulkan sedikit panas karena gesekan pisau. Oksidasi yang terjadi juga bisa mengurangi nutrisi di dalam jus, dan rasa jus biasa cenderung cepat berubah jika tidak segera diminum.
Sebaliknya, jus cold-pressed dibuat dengan tekanan hidrolik. Metode ini mengekstrak sari buah tanpa panas dan tanpa pisau berkecepatan tinggi.
Karena minim panas, nutrisi buah atau sayur pada jus cold-pressed disebut lebih terjaga. Teksturnya juga biasanya lebih halus dan lebih cocok disimpan di kulkas dalam botol.
Vitamin, serat, dan rasa kenyang
Jus cold-pressed disebut memiliki lebih banyak vitamin karena mengalami sedikit oksidasi. Di sisi lain, jus ini tidak memiliki serat karena serat ampas ikut terbuang dalam proses pembuatannya.
Kurangnya asupan serat dapat membuat lonjakan gula darah lebih cepat. Kondisi itu juga membuat rasa kenyang tidak bertahan lama, sehingga tubuh bisa lebih cepat lapar.
Jus biasa justru mengandung serat yang lebih tinggi. Serat ini membantu pencernaan, menjaga kadar gula darah tetap stabil, dan memberi rasa kenyang lebih lama.
Meski begitu, jus biasa juga punya sisi yang perlu diperhatikan. Kandungan kalorinya bisa lebih tinggi, terutama jika ditambah pemanis atau penambah kalori lain.
Mana yang lebih sehat?
Tidak ada jawaban tunggal untuk pertanyaan itu. Pilihan yang lebih sehat bergantung pada kebutuhan masing-masing orang dan cara mengonsumsinya.
Jus biasa cocok sebagai camilan sehat yang praktis dan bisa langsung diminum. Jus cold-pressed lebih pas untuk menjaga nutrisi buah atau sayur, dan juga kerap dipilih sebagai bagian dari detoksifikasi.
Keduanya tetap perlu dikonsumsi dengan bijak. Hal yang paling penting adalah tidak menambahkan gula berlebih dan tidak menggantikan konsumsi buah utuh sepenuhnya.
Buah utuh tetap punya peran penting karena memberi serat secara alami. Karena itu, jus sebaiknya dipandang sebagai pelengkap, bukan pengganti utama dari buah segar.
Source: www.beautynesia.id








