Basemen sering menjadi ruang keluarga, ruang bermain, atau home theater, tetapi minimnya cahaya alami membuat pilihan cat harus lebih hati-hati. Warna yang tampak menarik di ruang lain bisa berubah menjadi suram, sempit, atau kurang hidup saat dipasang di ruang bawah tanah.
Itulah mengapa sejumlah warna sebaiknya dihindari jika basemen ingin terasa lebih nyaman. Efek pencahayaan buatan yang terbatas bisa membuat warna tertentu menyerap cahaya, terlihat datar, atau bahkan mengubah kesan seluruh ruangan.
Warna dingin yang mudah kehilangan kehangatan
Biru dingin termasuk warna yang perlu diwaspadai karena bisa terlihat datar tanpa cahaya alami yang hangat. Laura Marion, Principal Architect Laura Marion Architecture and Interiors, mengatakan warna-warna dingin dapat tampak “datar dan kurang ramah” di ruang tanpa cahaya alami yang hangat, sebagaimana dikutip dari Martha Stewart.
Masalah serupa juga muncul pada biru navy. Warna ini memang memberi kesan elegan dan dramatis, tetapi pada basemen yang pencahayaannya tidak memadai, tampilannya bisa berubah menjadi lebih gelap dan tertutup.
Abu-abu gelap dan warna gelap lain yang menyerap cahaya
Abu-abu gelap dan charcoal sering dipilih karena memberi kesan modern dan mewah. Namun di basemen, Juliette Byrne, Founder dan Principal Designer Studio Juliette Byrne, menyebut warna abu-abu gelap akan menyerap cahaya, seperti dikutip dari Martha Stewart.
Saat cahaya terserap, ruang terasa lebih kecil dari ukuran aslinya. Bayangan juga menjadi lebih menonjol sehingga suasana basemen bisa terasa semakin tertutup.
Kuning terang dan oranye yang terlalu kuat
Kuning kerap dianggap cocok untuk ruangan yang minim cahaya karena identik dengan sinar matahari. Tetapi Juliette Byrne menjelaskan bahwa kuning cerah bisa tampak kusam, menyerupai mustard, atau terlalu kuat setelah diaplikasikan pada dinding.
Di bawah lampu LED atau pencahayaan buatan lain, kuning terang juga dapat memengaruhi tampilan furnitur, dekorasi, hingga warna kulit orang yang berada di dalam ruangan. Oranye terang membawa risiko serupa karena dapat terlihat terlalu kuat dan mendominasi ruang, sehingga dinding terasa lebih dekat dan basemen tampak lebih sempit.
Merah pekat yang terasa berat
Merah punya karakter kuat dan bisa memberi kesan hangat. Namun untuk basemen, nuansa merah pekat sering terasa terlalu dominan dan membuat ruangan menjadi lebih berat secara visual.
Warna ini juga berpotensi terlihat lebih gelap ketika terkena pencahayaan buatan. Karena itu, warna netral terang dinilai lebih aman jika tujuan utamanya adalah menghadirkan kesan hangat tanpa membuat ruangan terasa menekan.
Beige dan netral pucat yang bisa terlihat kusam
Beige sering dianggap aman karena mudah dipadukan dengan banyak gaya interior. Meski begitu, warna ini tidak selalu bekerja baik di basemen karena cahaya alami yang minim bisa membuatnya tampak datar dan kehilangan karakter.
Colin Roby-Welford, Creative Director Fired Earth, mengatakan sebaiknya menghindari warna netral seperti abu-abu muda, beige, dan greige di basemen karena kurangnya cahaya siang dapat membuatnya terlihat datar dan tidak hidup, seperti dikutip dari Homes & Gardens. Untuk ruang bawah tanah, warna netral yang sedikit lebih hangat biasanya memberi hasil yang lebih baik.
Pilihan cat yang tepat dapat mengubah basemen menjadi ruang yang terasa lebih terang, luas, dan nyaman dipakai sehari-hari. Karena itu, warna yang terlalu gelap, terlalu dingin, atau terlalu kuat sebaiknya dipertimbangkan ulang sebelum dinding dicat permanen.
Source: www.idntimes.com






