Tecno Spark 50 Pro mulai menarik perhatian karena membawa kombinasi yang jarang muncul di kelas menengah. Sensor Sony LYTIA 600, baterai 6000 mAh, pengisian cepat 60W, dan sertifikasi IP68/IP69 membuat perangkat ini terlihat ingin naik kelas tanpa meninggalkan segmen harga terjangkau.
Langkah ini juga menegaskan ambisi Tecno untuk menghadirkan pengalaman yang mendekati ponsel premium. Dengan pendekatan itu, Spark 50 Pro disiapkan bukan sekadar sebagai smartphone baru, tetapi sebagai calon penantang serius di pasar Indonesia.
Kamera Sony LYTIA 600 jadi sorotan utama
Di sektor kamera, Tecno Spark 50 Pro mengandalkan kamera utama 50 MP dengan sensor Sony LYTIA 600 berukuran 1/1.95 inci dan aperture f/1.8. Sensor ini dirancang untuk menangkap lebih banyak cahaya agar foto tetap tajam dan detail, terutama saat pencahayaan minim.
Tecno juga membekali ponsel ini dengan teknologi FlashSnap yang mendukung kecepatan rana hingga 1/10.000 detik. Fitur ini ditujukan untuk membantu pengguna memotret objek bergerak dengan lebih jelas dan mengurangi blur.
Untuk kebutuhan lain, tersedia sederet fitur berbasis AI seperti AI Eraser 2.0, AI Extender, Live Photo, Universal Tone, AI Writing, AI Health Assistant, dan Ella AI Assistant. Kamera depan 8 MP juga disematkan di punch-hole tengah layar untuk kebutuhan swafoto dan panggilan video.
Desain tipis, layar 120Hz, dan bodi yang lebih tangguh
Secara fisik, Spark 50 Pro tampil dengan modul kamera besar di belakang dan bodi ramping setebal 7,8 mm. Meski membawa baterai besar, desainnya tetap dibuat nyaman digenggam dan terlihat lebih premium dibanding banyak rival di kelas yang sama.
Pilihan warnanya juga cukup beragam, yakni Ink Black, Titanium Grey, Midnight Blue, Dynamic Orange, dan Cloud White. Tecno turut menyematkan sertifikasi SGS Five-Star Premium Drop Resistance yang menandakan perangkat ini sudah melewati serangkaian uji jatuh dari berbagai sudut.
Pada bagian depan, perangkat ini menggunakan layar IPS LCD 6,78 inci dengan resolusi HD+ dan refresh rate 120Hz. Panel ini memang belum AMOLED, tetapi laju penyegarannya yang tinggi membuat navigasi, scrolling media sosial, hingga bermain game terasa lebih mulus.
Layar tersebut memakai desain punch-hole yang menempatkan kamera depan di bagian tengah atas. Susunan ini memberi tampilan yang lebih modern dan membuat area pandang terasa lebih lapang.
Helio G100 Ultimate, RAM besar, dan Android 16
Untuk urusan performa, Tecno memilih chipset MediaTek Helio G100 Ultimate. Chipset ini diposisikan untuk menyeimbangkan efisiensi daya dan kemampuan gaming, dengan klaim skor AnTuTu sekitar 550 ribu poin.
Performa itu dipadukan dengan RAM hingga 8 GB dan penyimpanan internal 256 GB. Kombinasi ini membuat Spark 50 Pro cukup siap menangani multitasking, game populer, dan penyimpanan file berukuran besar.
Smartphone ini juga menjalankan Android 16 dengan antarmuka HiOS 16. Sistem tersebut sudah dilengkapi berbagai fitur kecerdasan buatan untuk mendukung aktivitas harian pengguna.
Baterai 6000 mAh dan fast charging 60W
Daya tahan menjadi salah satu nilai jual paling kuat dari Spark 50 Pro. Tecno membekalinya dengan baterai 6000 mAh yang diklaim mampu bertahan seharian penuh, termasuk untuk streaming, bermain game, dan multitasking berat.
Tecno menyebut baterainya dapat digunakan untuk panggilan suara hingga 43 jam, menonton YouTube hampir 14 jam, bermain PUBG lebih dari 8 jam, dan menjalankan TikTok sekitar 9 jam. Pengisian dayanya juga didukung 60W Super Charging yang diklaim dapat penuh dalam sekitar 55 menit.
Menariknya, Tecno mengklaim kesehatan baterai masih berada di atas 80 persen setelah enam tahun penggunaan atau sekitar 1.900 siklus pengisian. Klaim ini menambah daya tarik bagi pengguna yang menginginkan ponsel tahan lama.
Tahan air dan debu, masuk radar pasar Indonesia
Spark 50 Pro juga membawa sertifikasi IP68 dan IP69, sesuatu yang jarang ditemukan di kelas menengah. Perangkat ini diklaim tahan debu, cipratan air bertekanan tinggi, dan mampu bertahan hingga kedalaman 6 meter selama 30 menit dalam kondisi pengujian tertentu.
Tecno Spark 50 Pro telah diperkenalkan secara global pada 16 Juni 2026. Hingga kini, Tecno Indonesia belum mengumumkan jadwal rilis resminya, tetapi perangkat ini diperkirakan masuk ke Indonesia pada Juli hingga Agustus 2026.
Harga resminya untuk pasar Indonesia juga belum diumumkan. Namun, varian RAM 8 GB dan storage 256 GB diperkirakan akan dibanderol sekitar Rp3,0 juta hingga Rp3,5 juta, dengan estimasi harga internasional sekitar Rp5,1 juta tergantung wilayah pemasaran.
