5 Kebiasaan Simpel yang Bikin Rantai Motor Tetap Senyap dan Tidak Gampang Putus

Rantai motor sering dianggap komponen kecil, padahal tugasnya sangat berat. Komponen ini menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang, dan posisinya yang terbuka membuatnya mudah terkena debu, lumpur, dan air hujan.

Saat perawatan diabaikan, masalah biasanya muncul pelan-pelan. Rantai mulai bising, gerakannya terasa kasar, lalu risikonya naik sampai bisa putus ketika motor melaju.

Kotoran yang menempel jadi sumber utama bunyi

Debu dan pasir yang bercampur sisa pelumas lama bisa berubah menjadi kerak hitam yang keras. Lapisan ini bekerja seperti ampelas, mengikis roller rantai dan mata gir sedikit demi sedikit.

Gesekan itu membuat jarak antar mata rantai tidak lagi presisi. Dari situ, suara berisik muncul dan umur pakai komponen ikut menurun.

Pembersihan perlu dilakukan secara berkala agar kotoran tidak menumpuk. Cairan pembersih khusus rantai atau minyak tanah bisa dipakai untuk melunakkan kerak sebelum disikat hingga sela-sela rantai bersih.

Setelah kotoran terangkat, permukaan rantai perlu dilap kering. Langkah ini penting sebelum pelumas baru diberikan agar hasilnya lebih merata.

Pelumas yang tepat lebih aman untuk rantai

Sebagian pemilik motor masih memakai oli bekas atau minyak goreng untuk melumasi rantai. Cara itu justru merugikan karena oli bekas sudah membawa partikel kotoran dan gram besi sisa pembakaran mesin.

Sifat oli bekas yang lengket juga membuat debu jalanan lebih mudah menempel. Dalam jangka panjang, kondisi itu mempercepat keausan komponen.

Pelumas khusus rantai atau chain lube lebih disarankan karena formulanya encer. Cairan ini dapat masuk ke bagian dalam pin rantai tanpa terlalu mengundang debu.

Pelumasan ulang idealnya dilakukan setiap satu minggu sekali. Perawatan juga perlu diulang setelah motor melewati genangan air hujan.

Setelan rantai jangan terlalu kendur atau terlalu kencang

Rantai yang kendur bisa membentur pelindung rantai atau lengan ayun. Benturan itu memunculkan suara bising yang sering dianggap sepele.

Sebaliknya, rantai yang terlalu kencang membuat beban kerja mesin lebih berat. Kondisi ini juga bisa memicu rantai putus mendadak dan mempercepat keausan mata gir depan maupun belakang.

Pemeriksaan bisa dilakukan dengan menekan bagian tengah rantai ke arah atas dan bawah. Untuk motor bebek atau sport, jarak bebas yang ideal biasanya berada di kisaran 2 hingga 3 sentimeter.

Kalau jarak bebas sudah melewati batas standar, penyetelan ulang perlu dilakukan. Baut pengatur di ujung lengan ayun menjadi bagian yang harus dicek agar kekencangan kembali pas.

Kelurusan gir ikut menentukan halus atau tidaknya putaran

Posisi gir depan dan gir belakang yang tidak center membuat rantai bergerak miring. Gesekan yang tidak merata ini bisa menimbulkan suara gemertak yang kasar.

Jika dibiarkan, rantai bisa keluar dari jalurnya dan terkunci saat motor melaju kencang. Situasi ini jelas berbahaya karena menyangkut kestabilan saat berkendara.

Kelurusan gir bisa dicek lewat garis penanda stiker atau ketukan setelan di kedua sisi lengan ayun. Angka penunjuk kanan dan kiri harus berada di posisi yang sama saat roda belakang dikencangkan.

Rantai dan gir sebaiknya diganti bersama

Banyak orang hanya mengganti rantai saat komponen itu putus. Padahal, mata gir lama yang sudah aus tidak selalu cocok dengan rantai baru.

Ketidakcocokan itu membuat rantai baru cepat kaku, berisik, dan rusak lagi dalam waktu singkat. Karena itu, rantai dan gir lebih aman diganti bersamaan dalam satu paket gear set resmi.

Penggantian serentak menjaga semua komponen saling mencengkeram dengan presisi. Cara ini membantu sistem penggerak bekerja optimal dan menekan risiko kerusakan di jalan.

Source: www.idntimes.com

Terkait