Vitamin dari suplemen memang bisa membantu melengkapi kebutuhan nutrisi harian, tetapi jumlah yang berlebihan justru dapat memicu masalah kesehatan. Sejumlah tanda sering muncul diam-diam, lalu baru disadari setelah keluhan tubuh makin jelas.
Karena itu, mengonsumsi suplemen tidak boleh dilakukan sesuka hati. Beberapa vitamin dan mineral dalam dosis tinggi bisa menumpuk di tubuh atau mengganggu fungsi organ tertentu, sehingga penting mengenali gejalanya sejak awal.
Gangguan pencernaan jadi sinyal yang paling cepat terasa
Mual, muntah, sakit perut, dan diare termasuk keluhan yang perlu diwaspadai saat tubuh menerima vitamin terlalu banyak. Keluhan ini sering muncul ketika suplemen diminum melebihi dosis yang dianjurkan.
Menurut dr. Oluwatosin Ajao, vitamin A dan vitamin D termasuk vitamin larut lemak sehingga bisa menumpuk di dalam tubuh. Penumpukan itu dapat memicu mual, muntah, hingga nyeri perut.
Dr. Liz Daniels, dokter anak sekaligus ahli gizi, juga menjelaskan bahwa vitamin C, magnesium, dan zat besi dalam dosis tinggi bisa menyebabkan gangguan pencernaan. Ini menunjukkan bahwa lebih banyak tidak selalu berarti lebih baik bagi tubuh.
Sering haus dan buang air kecil bisa terkait vitamin D
Keluhan haus berulang memang dapat dipengaruhi banyak hal, tetapi kondisi ini patut dicermati bila muncul setelah rutin minum suplemen. Vitamin D dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan kadar kalsium di dalam darah.
Menurut dr. Ajao, kenaikan kalsium itu membuat tubuh lebih sering merasa haus dan lebih sering buang air kecil. Jika kondisi ini terus berlangsung, risikonya bisa berkembang menjadi batu ginjal.
Vitamin D sebenarnya membantu penyerapan kalsium. Namun, saat asupannya terlalu tinggi, kadar kalsium juga dapat naik melebihi kebutuhan tubuh.
Rambut rontok juga bisa berkaitan dengan kelebihan vitamin A
Rambut yang mudah rontok tidak selalu disebabkan sampo atau produk perawatan rambut. Dalam beberapa kondisi, terlalu banyak vitamin A dari suplemen bisa ikut memengaruhi siklus pertumbuhan rambut.
Vitamin A memang berperan dalam menjaga kesehatan rambut. Tetapi jika dikonsumsi berlebihan, vitamin ini bisa mengganggu pertumbuhan rambut dan membuat kulit kepala lebih kering.
Akibatnya, rambut menjadi lebih mudah rontok. Kondisi ini sering luput disadari karena keluhannya muncul perlahan.
Kesemutan tak selalu sekadar tanda lelah
Rasa kesemutan pada tangan atau kaki juga bisa menjadi sinyal kelebihan vitamin tertentu. Vitamin B6 yang dikonsumsi terlalu banyak dapat merusak saraf.
Dampaknya, tangan atau kaki bisa terasa kesemutan hingga mati rasa. Jika dibiarkan, gangguan keseimbangan saat berjalan juga dapat muncul.
Dalam beberapa kasus, efeknya masih terasa meski suplemen sudah dihentikan. Asupan vitamin B6 juga tidak hanya datang dari suplemen, karena beberapa minuman berenergi mengandung vitamin ini.
Cara aman tetap bergantung pada dosis dan pengawasan
Suplemen seharusnya dipakai untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi, bukan untuk dikonsumsi sebanyak-banyaknya. Tubuh hanya membutuhkan vitamin dalam jumlah yang sesuai.
Bagi yang rutin minum suplemen, penting memberi tahu dokter atau apoteker tentang obat maupun vitamin yang sedang digunakan. Langkah sederhana ini dapat membantu menekan risiko efek yang tidak diinginkan.
Aturan dosis yang dianjurkan perlu selalu diikuti. Jika setelah minum suplemen muncul keluhan yang tidak biasa, konsumsi sebaiknya dihentikan sementara dan segera dikonsultasikan ke tenaga kesehatan, terutama pada ibu hamil dan menyusui yang memerlukan anjuran dokter sebelum menambah suplemen.
Source: www.beautynesia.id






