Bayam, Brokoli, Hingga Terong, Ternyata Ini Sayuran yang Perlu Dibatasi Saat Asam Urat Naik

Penderita asam urat sering fokus menghindari makanan hewani yang tinggi purin, padahal sejumlah sayuran juga perlu dibatasi. Jika kadar asam urat sedang naik, pilihan sayur yang tampak sehat bisa ikut memicu keluhan bila dikonsumsi berlebihan.

Karena itu, pengaturan porsi menjadi kunci utama. Tujuannya bukan melarang semua sayuran, melainkan menghindari bahan tertentu yang bisa menambah beban purin dan memperbesar risiko nyeri sendi.

Bayam dan brokoli tetap perlu diawasi

Bayam kerap dipandang sebagai sumber zat besi, vitamin, dan serat yang baik. Namun, sayuran ini memiliki kandungan purin yang cukup tinggi dibandingkan beberapa sayuran lain, sehingga dapat meningkatkan produksi asam urat saat dipecah tubuh.

Jika asam urat berlebihan, kristalnya bisa menumpuk di persendian dan memicu nyeri. Meski begitu, bayam tidak harus dihapus sepenuhnya dari menu karena masih bisa dikonsumsi dalam jumlah wajar setelah gejala mereda.

Brokoli juga sering masuk daftar menu sehat karena kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Akan tetapi, kandungan purinnya tetap perlu diperhatikan karena konsumsi dalam jumlah besar berpotensi memicu penumpukan kristal asam urat.

Penderita asam urat disarankan mengatur porsi brokoli sesuai kebutuhan tubuh. Setelah kondisi membaik, sayuran ini masih bisa menjadi bagian dari menu harian selama tidak berlebihan.

Asparagus, jamur, dan olahannya juga perlu dibatasi

Asparagus dikenal sebagai sayuran yang sering muncul di hidangan hotel atau restoran. Di balik kandungan nutrisinya, asparagus memiliki purin yang membuatnya sebaiknya tidak terlalu sering dikonsumsi saat kadar asam urat meningkat.

Bagi orang dengan riwayat asam urat, memilih sayuran dengan purin lebih rendah bisa membantu menekan risiko nyeri sendi. Langkah sederhana ini penting agar penumpukan kristal asam urat tidak mudah terjadi.

Jamur juga perlu dibatasi karena sering dipakai sebagai pengganti daging dalam berbagai hidangan. Selain mengandung purin, jamur yang dimasak dengan kecap dalam jumlah banyak juga patut diwaspadai karena kecap berasal dari fermentasi kedelai yang mengandung ragi dan dapat meningkatkan asupan purin.

Meski demikian, tidak semua jamur memberi efek yang sama. Ada jamur maitake yang disebut memiliki sifat antiradang dan berpotensi membantu meredakan gejala tertentu, sehingga pemilihan jenis dan porsi tetap penting.

Terong tidak selalu aman jika dikonsumsi berlebihan

Terong sering dianggap aman dimakan setiap hari. Padahal, pada sebagian penderita asam urat, konsumsi terong berlebihan sebaiknya dihindari karena kandungan tertentu di dalamnya dapat memperburuk kondisi.

Terong mengandung oksalat yang dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal pada orang tertentu. Jika masalah itu tidak ditangani dengan baik, kesehatan ginjal juga bisa ikut terganggu dalam jangka panjang.

Selain itu, kandungan solanin pada terong disebut dapat meningkatkan kadar asam urat dan memicu kekambuhan gejala. Karena itu, terong masuk kelompok sayuran yang perlu dibatasi, terutama saat asam urat sedang sensitif.

Mengelola asam urat bukan berarti menjauhi semua sayuran. Yang lebih penting adalah mengenali bahan yang perlu dibatasi, memahami porsi yang aman, dan menyesuaikan menu saat gejala mulai muncul atau sedang membaik.

Source: www.beautynesia.id
Terkait