Pasar laptop di kisaran Rp7 juta sampai Rp9 jutaan sekarang tidak lagi sesederhana memilih merek dan harga. Menurut blitarkawentar.jawapos.com yang mengutip ulasan GadgetIn, konsumen justru perlu lebih cermat karena banyak produk menawarkan spesifikasi yang tampak mirip, tetapi nilai akhirnya sangat berbeda.
Di segmen ini, syarat yang dipakai cukup ketat. Semua unit harus baru, tersedia di e-commerce, memakai minimal AMD Ryzen 5000 series atau Intel Generasi ke-13, dan punya nilai tambah yang jelas supaya pembeli tidak mudah terkecoh vendor.
Asus Expertbook P1403 CVA berada di posisi kelima dengan harga Rp8.599.000. Laptop ini menyasar pekerja dan pebisnis yang membutuhkan ruang upgrade luas, karena membawa RAM 8 GB non-solder dengan satu slot kosong tambahan dan dual slot SSD dengan bawaan 256 GB.
Perangkat ini memakai Intel Core 3 100U Generasi 14, layar 14 inci Full HD IPS 300 nit anti-glare, keyboard backlit, fingerprint, privacy shutter webcam, Wi-Fi 6, dan sertifikasi MIL-STD 810H. Catatan yang masih tertinggal ada pada cakupan warna layar yang belum mencapai 100% sRGB.
4. Acer Core 5 120U
Di urutan keempat, Acer menawarkan laptop dengan prosesor Intel Core 5 120U keluaran 2024, RAM 8 GB DDR4 dengan slot upgrade, dan SSD NVMe 512 GB. Harganya Rp9.174.000, menjadi yang paling tinggi di daftar ini.
Laptop ini memakai layar IPS murni 14 inci dengan rasio 16:10, webcam Full HD 1080p 30 fps dengan noise reduction, baterai 53 Wh, dan sudah disertai Microsoft Office Home and Student 2024. Bagi sebagian pembeli, paket siap pakai ini bisa jadi alasan utama memilihnya.
| Model | Harga | Prosesor | Poin Utama |
|---|---|---|---|
| Asus Expertbook P1403 CVA | Rp8.599.000 | Intel Core 3 100U | RAM non-solder, dual slot SSD, MIL-STD 810H |
| Acer Core 5 120U | Rp9.174.000 | Intel Core 5 120U | SSD 512 GB, Office Home and Student 2024 |
| Axioo Hype 5 X6 | Rp8,5 jutaan | AMD Ryzen 5 6600H | RAM 16 GB DDR5 dual channel, USB-C 100 watt |
| Polytron Luxia | Rp7.199.999 – Rp8,9 juta | AMD Ryzen 5 7430 | Garansi 2 tahun, ADP, tombol Copilot fisik |
| Advan Heritage | Rp7,6 juta | AMD Ryzen 5 7535HS | Performa slim, baterai 60 Wh, Wi-Fi 6 |
3. Axioo Hype 5 X6
Axioo Hype 5 X6 menempati posisi ketiga dengan harga sekitar Rp8,5 jutaan. Laptop ini menjadi opsi yang menarik untuk penyuntingan video berat hingga 4K atau gaming ringan karena memakai AMD Ryzen 5 6600H dan RAM 16 GB SODIMM DDR5 dual channel.
Storage bawaan 256 GB bisa ditingkatkan ke 512 GB dengan tambahan biaya sekitar Rp1 jutaan. Layarnya sudah IPS 14 inci 16:10, baterainya 58 Wh, pengisian dayanya USB Type-C 100 watt, dan grafis Radeon 660M dinilai cocok untuk game CPU-bound seperti Valorant, Dota, dan GTA 5 tanpa GPU diskrit.
2. Polytron Luxia
Polytron Luxia berada di posisi kedua dengan harga normal Rp8,9 juta, meski beberapa ritel e-commerce masih menawarkannya di Rp7.199.999. Laptop ini dibekali AMD Ryzen 5 7430, RAM 8 GB dengan satu slot kosong, dan SSD 256 GB PCIe Gen 3.
Fitur lain yang menonjol adalah garansi 2 tahun yang mencakup Accidental Damage Protection, layar IPS 14 inci 16:10, webcam Full HD, tombol Copilot fisik, dan port Type-C full function. Kekurangannya, perangkat ini belum punya pemindai sidik jari dan masih memakai Wi-Fi 5.
1. Advan Heritage
Advan Heritage menempati posisi puncak rekomendasi dengan harga Rp7,6 juta saat video diproduksi. Keunggulan utamanya ada pada AMD Ryzen 5 7535HS, prosesor kelas High Performance Slim yang biasanya dipakai pada laptop gaming tipis.
Laptop ini membawa RAM 8 GB dan SSD 256 GB, dengan saran menambah memori eksternal agar sistem bisa meminjam kapasitas RAM sebagai VRAM tambahan untuk Radeon 660M. Daya tahannya ditopang baterai 60 Wh dan Wi-Fi 6, tetapi webcam masih 720p dan layarnya belum mencapai 100% sRGB.
Di luar lima besar, HP 14 EP0321 TU juga masuk daftar sebagai alternatif dengan harga Rp8,2 juta. Laptop ini membawa SSD 512 GB, prosesor Intel Core i3 Generasi ke-13, dan RAM 8 GB untuk pengguna yang sejak awal butuh ruang simpan lebih lega.
Gambaran besarnya, pasar laptop di kelas ini sudah memasuki fase baru karena harga cenderung melambung dibanding sebelumnya. Blitarkawentar.jawapos.com mencatat, pembeli akhirnya harus menentukan prioritas sejak awal, apakah lebih mengejar performa lewat prosesor seri H atau HS, atau memilih efisiensi daya lewat prosesor seri U.
