Jangan Langsung Masukkan Makanan Panas ke Kulkas, Ini Risiko bagi Isi Kulkas

Menyimpan makanan yang baru matang ke dalam kulkas memang terasa praktis, tetapi suhu panasnya dapat memengaruhi kondisi di dalam lemari pendingin. Kulkas harus bekerja lebih keras untuk menurunkan kembali suhu, sementara bahan makanan lain berisiko ikut terdampak.

Masalahnya bukan hanya pada makanan yang baru dimasak, melainkan juga pada isi kulkas secara keseluruhan. Kenaikan suhu yang terjadi mendadak dapat membuat bahan makanan lain lebih mudah rusak dan meningkatkan risiko kontaminasi silang.

Kulkas Bekerja Lebih Berat Saat Menerima Makanan Panas

Makanan atau minuman yang masih sangat panas dapat meningkatkan beban kerja kompresor kulkas. Perangkat perlu memakai energi lebih besar untuk menjaga suhu dingin setelah menerima panas dari makanan tersebut.

Kondisi panas juga dapat memicu kondensasi di dalam kulkas. Uap air yang terperangkap menciptakan lingkungan hangat dan lembap, yang mendukung penyebaran mikroba pada area penyimpanan.

Karena itu, penyimpanan makanan tidak hanya berkaitan dengan wadah yang dipakai, tetapi juga suhu makanan ketika masuk ke kulkas. Makanan panas dapat mengganggu kestabilan suhu yang dibutuhkan untuk menjaga bahan pangan tetap aman.

Risiko Kontaminasi pada Makanan

Ahli gizi Meher Rajput mengatakan makanan yang masih sangat panas sebaiknya tidak langsung dimasukkan ke kulkas. “Memasukkan makanan ke dalam kulkas saat masih sangat panas dapat membuat bakteri Salmonella dengan mudah mencemari makanan,” ujar Rajput, dikutip NDTV.

Lonjakan suhu di dalam kulkas juga dapat mempertaruhkan makanan lain yang telah lebih dulu disimpan. Bahan pangan yang semula berada dalam kondisi dingin bisa menjadi lebih mudah rusak ketika suhu ruang penyimpanan meningkat drastis.

Perhatian terhadap keamanan makanan menjadi penting terutama untuk makanan sisa yang akan dikonsumsi kembali. Makanan perlu ditangani dengan cara yang memungkinkan suhunya turun lebih cepat tanpa dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang.

Kapan Makanan Matang Bisa Disimpan?

Makanan matang dapat dimasukkan ke kulkas ketika suhunya sudah mendekati suhu ruang atau setidaknya hangat suam-suam kuku. Suhu ruang umumnya berada pada kisaran 20 hingga 23 derajat Celsius, meski kondisi dapur profesional dapat lebih panas.

Ahli gizi Dr. Anju Sood menyebut makanan yang masih hangat suam-suam kuku masih dapat disimpan di kulkas. Namun, makanan juga tidak boleh dibiarkan terlalu lama di luar karena bakteri dapat berkembang hingga mencapai tingkat berbahaya.

USDA menyarankan agar makanan tidak berada di luar kulkas lebih dari dua jam. Bila suhu ruang melebihi 32 derajat Celsius atau 90 derajat Fahrenheit, batas waktunya menjadi tidak lebih dari satu jam.

Kondisi MakananSuhu AcuanPenanganan
Makanan panas60°C atau lebih tinggiJaga tetap panas dengan wadah saji penghangat atau nampan penghangat.
Makanan dingin4°C atau lebih rendahSimpan dalam wadah yang diletakkan di atas es balok atau sejenisnya.
Makanan sisaSekitar 4°C atau lebih rendahMasukkan ke wadah dangkal agar cepat dingin dan simpan dalam waktu dua jam.

Wadah Dangkal Membantu Makanan Lebih Cepat Dingin

Untuk makanan sisa, USDA menganjurkan penggunaan wadah dangkal agar panas lebih cepat keluar. Cara ini membantu makanan mencapai suhu aman untuk disimpan tanpa perlu menunggu terlalu lama pada suhu ruang.

Suhu kulkas sebaiknya dijaga sekitar 4 derajat Celsius atau lebih rendah untuk makanan yang telah dimasak dan didinginkan. Pengaturan ini juga berlaku untuk makanan dingin yang perlu dipertahankan kondisinya saat disimpan.

Saat makanan akan dipanaskan kembali, USDA menyarankan suhu sekitar 74 derajat Celsius atau hingga makanan panas dan mengepulkan uap. Untuk penggunaan microwave, makanan perlu ditutup dan posisinya diputar agar panas menyebar lebih merata.

Dengan menunggu hingga makanan tidak lagi sangat panas, lalu menyimpannya dalam wadah dangkal sebelum batas waktu aman berakhir, kondisi kulkas dan isi di dalamnya dapat lebih terjaga. Langkah sederhana ini membantu mengurangi kenaikan suhu mendadak serta risiko kerusakan makanan lain.

Terkait