Sulit Tidur, Magnesium Glisinat Dinilai Lebih Tepat daripada Sitrat

Magnesium kerap menjadi pilihan suplemen menjelang tidur, selain melatonin. Namun, bentuk magnesium yang dipilih dapat menentukan tujuan penggunaannya, terutama karena tidak semua jenis bekerja dengan efek yang sama pada tubuh.

Untuk dukungan tidur, magnesium glisinat dinilai lebih tepat dibanding magnesium sitrat. Perbedaannya terletak pada zat yang mengikat mineral tersebut dan efek yang dapat ditimbulkannya, khususnya pada sistem pencernaan.

Magnesium dan perannya menjelang tidur

Ahli diet Anar Allidina menjelaskan magnesium bekerja dengan membantu menenangkan sistem saraf. Mineral ini mengaktifkan sistem saraf parasimpatik, yaitu sistem yang berkaitan dengan kondisi “istirahat dan pencernaan”.

Aktivasi tersebut membantu tubuh beralih dari respons fight or flight menuju keadaan yang lebih rileks. Kondisi relaksasi ini menjadi alasan mengapa magnesium untuk tidur banyak dicari oleh orang yang mengalami kesulitan terlelap.

Magnesium juga bekerja pada zat kimia tertentu di otak yang mendukung relaksasi. Selain itu, mineral ini memiliki peran dalam produksi melatonin alami tubuh, yaitu hormon yang dilepaskan sebagai persiapan untuk tidur.

Menurut Allidina, dukungan magnesium terhadap ritme sirkadian membantu tubuh memproduksi melatonin pada waktu yang tepat. Artinya, produksi hormon tersebut tidak terjadi terlalu cepat maupun terlalu lambat.

“Magnesium mendukung ritme sirkadian Anda, membantu tubuh Anda memproduksi melatonin pada waktu yang tepat-tidak terlalu awal dan tidak terlalu larut,” kata Allidina, seperti dikutip www.cnnindonesia.com dari Prevention.

Perbedaan Magnesium Glisinat dan Sitrat

Dua bentuk yang cukup populer di pasaran adalah magnesium glisinat dan magnesium sitrat. Keduanya sama-sama mengandung magnesium, tetapi memiliki ikatan senyawa yang berbeda serta karakter penggunaan yang tidak sama.

Jenis MagnesiumTerikat denganKarakter yang disebutkan
Magnesium glisinatGlisin, asam amino yang menenangkanDinilai baik untuk mendukung tidur
Magnesium sitratAsam sitratDapat memicu efek pencahar ringan

Magnesium glisinat terikat dengan glisin, yaitu asam amino yang disebut memiliki sifat menenangkan. Kombinasi tersebut membuat bentuk ini dipandang relevan bagi orang yang mencari dukungan relaksasi sebelum tidur.

Sebaliknya, magnesium sitrat terikat dengan asam sitrat. Bentuk ini dikaitkan dengan efek pencahar ringan, sehingga konteks penggunaannya berbeda dari kebutuhan untuk menunjang tidur.

Ahli diet Vicki Koenig menyebut magnesium sitrat memiliki efek osmotik yang lebih besar pada saluran pencernaan. Efek tersebut dapat membuat tinja menjadi lebih lunak atau memicu diare.

Karena karakter itu, magnesium sitrat lebih dikenal lewat dampaknya pada sistem pencernaan daripada efek relaksasinya. Perbedaan tersebut penting diperhatikan saat seseorang membandingkan jenis suplemen magnesium yang tersedia.

“Magnesium glisinat akan jadi bentuk yang lebih baik untuk dicoba dalam konteks mendukung tidur,” ujar Koenig. Penilaian itu menempatkan magnesium glisinat sebagai bentuk yang lebih sesuai ketika tujuan utamanya adalah membantu tubuh memasuki kondisi rileks menjelang istirahat.

Melatonin dan magnesium sama-sama sering dibicarakan dalam konteks tidur, tetapi magnesium tidak hanya dikaitkan dengan hormon tersebut. Perannya juga mencakup dukungan terhadap sistem saraf parasimpatik, zat kimia otak yang mendorong relaksasi, serta ritme sirkadian tubuh.

Dengan demikian, pilihan bentuk magnesium menjadi bagian penting dari konteks penggunaannya. Magnesium glisinat dikaitkan dengan dukungan tidur, sedangkan magnesium sitrat perlu dipahami melalui efeknya yang lebih besar pada saluran pencernaan.

Source: www.cnnindonesia.com
Terkait