Tamanu asal Sulawesi kini dikembangkan menjadi bahan aktif perawatan kulit berjerawat melalui riset yang melibatkan industri dan akademisi. Hasilnya adalah PolyAcNix, konsentrat kaya bioaktif yang dirancang untuk membantu melawan bakteri penyebab jerawat sekaligus mendukung regenerasi kulit.
Bahan aktif tersebut menjadi perhatian karena memanfaatkan kekayaan hayati Indonesia dengan pendekatan laboratorium, bukan hanya mengandalkan penggunaan tradisional. PolyAcNix dikembangkan dalam kolaborasi From This Island, Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB), dan EBM SciTech yang dimulai sejak 2023.
Riset Tamanu Menuju Formula Perawatan Jerawat
Tamanu dipilih karena telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk membantu proses penyembuhan kulit. Tim peneliti kemudian mengeksplorasi potensinya secara ilmiah agar dapat dioptimalkan sebagai bahan aktif skincare modern.
Kolaborasi yang berlangsung lebih dari dua tahun itu menempatkan penelitian sebagai dasar pengembangan produk. Model ini juga membuka peluang hilirisasi, sehingga hasil riset dari laboratorium dapat diterapkan dalam produk yang digunakan masyarakat.
Co-Founder From This Island, Maudy Ayunda, mengatakan inovasi kecantikan Indonesia perlu ditopang penelitian yang kuat, bukan sekadar mengikuti tren pasar. “Kami percaya, masa depan industri kecantikan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kekayaan alam yang kita miliki, tapi juga kemampuan mengubahnya menjadi inovasi berbasis riset,” katanya dalam rilis yang diterima Liputan6.com.
Maudy menambahkan bahwa PolyAcNix menjadi langkah awal untuk membangun intellectual property yang berasal dari Indonesia dan mampu bersaing secara global. Penelitian terkait bahan aktif ini juga tengah dipersiapkan menuju publikasi ilmiah sebagai kontribusi bagi ilmu kosmetik dan dermatologi.
Dekan Sekolah Farmasi ITB, Prof Diky Mudhakir, menilai pengembangan PolyAcNix memperlihatkan bahwa kekayaan alam Indonesia dapat ditingkatkan nilainya melalui penelitian. Keterlibatan institusi pendidikan tinggi menjadi bagian penting dalam pengembangan bahan aktif tersebut.
Dipakai dalam Dua Produk Tamanu Acne Series
PolyAcNix kemudian diterapkan dalam Tamanu Acne Series yang terdiri atas Tamanu Acne Defense Serum dan Tamanu Rapid Acne Spot Treatment. Kedua produk memadukan bahan aktif tersebut dengan sejumlah bahan aktif dermatologis untuk membantu mengatasi jerawat, mengurangi kemerahan, dan menjaga skin barrier selama perawatan.
| Produk | Formula atau fungsi utama | Hasil pengujian yang disebutkan |
|---|---|---|
| Tamanu Acne Defense Serum | PolyAcNix, Smart AI Peptide, 2% Salicylic Acid, Panthenol, dan Madecassoside | Membantu mengurangi jerawat meradang pada 81% subjek setelah 14 hari |
| Tamanu Rapid Acne Spot Treatment | PolyAcNix dan bahan aktif dermatologis | 88% subjek menyatakan kondisi jerawat membaik |
Tamanu Acne Defense Serum telah melalui uji dermatologis dan disebut dapat digunakan pada kulit sensitif. Produk ini juga mengantongi sertifikasi halal, vegan, dan cruelty-free.
Data pengujian klinis yang disampaikan perusahaan menunjukkan serum tersebut membantu mengurangi jerawat meradang pada 81 persen subjek setelah penggunaan selama 14 hari. Uji laboratorium juga memperlihatkan penurunan tampak pori hingga 86,8 persen.
Dalam penilaian mandiri peserta, 97 persen merasa produk membantu mengontrol jerawat dan 94 persen menyatakan jerawat matang lebih cepat membaik. Sebanyak 82 persen merasakan jumlah komedo berkurang, sementara 88 persen menilai kulit mereka tidak terlalu berminyak.
Pengujian pada Tamanu Rapid Acne Spot Treatment menunjukkan hasil sejalan dalam membantu mengurangi kemerahan dan menekan produksi minyak berlebih di area berjerawat. Sebanyak 88 persen subjek menyatakan kondisi jerawat mereka membaik setelah memakai produk tersebut.
Target Pengembangan Bahan Aktif Lokal
From This Island berencana meneruskan kolaborasi dengan institusi akademik serta mitra strategis lain untuk menghadirkan inovasi baru berbasis kekayaan alam Indonesia. Upaya ini diarahkan untuk menghasilkan lebih banyak teknologi dan intellectual property skincare dari Indonesia yang memiliki daya saing di pasar global.
Pengembangan tamanu menjadi PolyAcNix memperlihatkan arah baru pemanfaatan tanaman lokal dalam industri kecantikan. Nilai bahan alam tidak hanya terletak pada riwayat penggunaannya, tetapi juga pada pembuktian manfaatnya melalui penelitian dan pengembangan formula.
Source: www.liputan6.com






