Kemlu RI Klarifikasi Foto Prabowo di Baliho Israel, Ada Apa di Balik Kontroversi Ini?

Foto Presiden Indonesia Prabowo Subianto muncul dalam sebuah baliho besar berlokasi di Tel Aviv, Israel, yang memuat kampanye inisiatif Abraham Shield. Baliho tersebut menampilkan pula Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, beberapa pemimpin Arab moderat, serta Ketua Otoritas Palestina Mahmoud Abbas. Tulisan "Yes to Trump’s Plan – GET IT DONE." tercantum jelas sebagai ajakan mendukung perdamaian di kawasan Timur Tengah. Namun, kemunculan foto Prabowo di baliho itu menimbulkan kehebohan dan pertanyaan seputar sikap Indonesia mengenai Palestina dan Israel.

Menanggapi viralnya gambar tersebut, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) angkat bicara agar publik mendapatkan penjelasan yang jelas. Juru bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, menjelaskan bahwa baliho tersebut merupakan bagian dari kampanye yang digagas oleh sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Israel bernama Abraham Shield. Kampanye itu bertujuan mendesak pemerintah Israel memperluas cakupan Abraham Accords dengan melibatkan lebih banyak negara, termasuk Arab Saudi dan Indonesia. Namun, posisi resmi Indonesia tetap konsisten menolak pengakuan dan normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel hingga Palestina diakui merdeka dan berdaulat terlebih dahulu.

Latar Belakang Abraham Shield dan Abraham Accords

Abraham Shield adalah inisiasi politik-keamanan yang dikembangkan oleh Koalisi Keamanan Regional Israel. Menurut situs resmi Abraham Shield, tujuan utama inisiatif ini adalah mendorong stabilitas dan kemakmuran di wilayah Timur Tengah melalui perdamaian yang berkelanjutan, dengan mengintegrasikan kepentingan berbagai negara di kawasan. Kampanye baliho yang memuat gambar pemimpin negara tersebut berfungsi sebagai tekanan publik kepada pemerintah Israel agar memperluas Perjanjian Abraham atau Abraham Accords.

Sementara Abraham Accords sendiri merupakan perjanjian diplomatik resmi yang ditandatangani pada 13 Agustus 2020 antara Israel, Uni Emirat Arab (UEA), dan Amerika Serikat. Kesepakatan ini fokus pada normalisasi hubungan bilateral demi meningkatkan stabilitas, kemakmuran, dan hubungan antar masyarakat di Timur Tengah. Penerapan perjanjian ini menghasilkan kerja sama baru dalam perdagangan, investasi, dan pertukaran budaya antara negara-negara yang tergabung.

Sikap Indonesia Terkait Konflik Palestina-Israel

Prabowo Subianto sebagai Presiden Indonesia sebelumnya telah menegaskan komitmen Indonesia terhadap solusi dua negara (two-state solution) dalam upaya penyelesaian konflik Palestina-Israel. Saat menghadiri Konferensi Internasional Tingkat Tinggi di PBB, New York, pada 22 September 2025, Prabowo menyampaikan bahwa solusi dua negara menjadi satu-satunya jalan menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan. Ia juga menegaskan bahwa Indonesia akan segera mengakui Israel apabila negara tersebut terlebih dahulu mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Palestina.

Juru bicara Kemlu menegaskan kembali prinsip tersebut sebagai landasan kebijakan luar negeri Indonesia. Sehingga walaupun foto Prabowo muncul dalam kampanye Abraham Shield, hal itu semata-mata bukan berarti Indonesia mengubah sikap resmi terkait Israel dan Palestina. Indonesia tetap mendukung kemerdekaan Palestina dan tidak akan melakukan normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel tanpa tercapainya persetujuan yang memenuhi keadilan bagi Palestina.

Reaksi dan dampak sosial

Kemunculan baliho yang memuat foto Prabowo turut memicu berbagai reaksi di kalangan masyarakat Indonesia, terutama para pendukung kemerdekaan Palestina. Banyak pihak mengingatkan pentingnya sikap konsisten negara dalam persoalan konflik internasional yang turut berdampak pada citra dan diplomasi Indonesia. Pemerintah pun harus menyampaikan klarifikasi dan menjaga komunikasi yang transparan agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Baliho ini juga mengangkat isu penting tentang peran lembaga non-pemerintah dalam memengaruhi opini publik seputar konflik internasional. Inisiatif seperti Abraham Shield memang berfokus pada kampanye politik keamanan, namun tidak selamanya mewakili posisi resmi pemerintah negara-negara yang wajah pemimpinnya dipajang.

Indonesia akhirnya perlu jeli mengawal citra dan prinsip kenegaraan, terutama dalam isu yang sangat sensitif. Komitmen pada solusi dua negara dan dukungan pada kemerdekaan Palestina menjadi pijakan utama dalam menjaga hubungan luar negeri yang berimbang dan hak-hak kemanusiaan di wilayah Timur Tengah.

Informasi ini menunjukkan bahwa meskipun kampanye dan baliho yang memuat pemimpin negara dapat menarik perhatian global, kebijakan resmi dan konsistensi diplomasi tetap menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika geopolitik internasional.

Src: https://www.beautynesia.id/life/viral-foto-prabowo-muncul-di-baliho-israel-bersama-netanyahu-dan-trump-begini-kata-kemlu-ri/b-310114

Berita Terkait

Back to top button