Duduk Terlalu Lama Picu Artritis dan Cedera Permanen, Waspadai Risiko Ini!

Author: Qoo Media

Duduk terlalu lama tanpa bergerak dapat meningkatkan risiko terkena artritis, yaitu kondisi peradangan pada sendi yang menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan kekakuan. Kebiasaan ini kian menjadi perhatian mengingat pola hidup modern yang cenderung pasif, terutama bagi kelompok usia produktif. Menurut dr. Victoria Elizabeth, MARS, Head Medical Check Up Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang, aktivitas fisik yang rendah dan kebiasaan duduk lama memicu terjadinya peradangan sendi yang dapat berujung pada artritis.

Data dari Kementerian Kesehatan RI menyebutkan prevalensi osteoartritis — jenis artritis paling umum — mencapai 7-10 persen pada orang di atas usia 40 tahun. Sementara itu, World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa lebih dari 350 juta orang di dunia hidup dengan artritis. Jika tidak ditangani sejak dini, kondisi ini dapat menyebabkan keterbatasan gerak dan cedera permanen yang mengurangi kualitas hidup penderitanya.

Duduk Lama dan Risiko Artritis

Duduk dalam waktu yang lama membuat sendi tidak aktif bergerak sehingga cairan sinovial yang berfungsi melumasi sendi berkurang. Akibatnya, tulang rawan yang melindungi ujung tulang dapat mengalami kerusakan lebih cepat. Peradangan pada sendi ini kemudian memicu gejala nyeri dan kekakuan yang menjadi tanda awal artritis.

Selain itu, posisi duduk yang tidak ergonomis secara terus-menerus memberi tekanan pada persendian, terutama pada pinggul, lutut, dan punggung bagian bawah. Tekanan ini mempercepat kerusakan jaringan penyangga sendi hingga meningkatkan risiko cedera permanen.

Gejala dan Tanda Awal Artritis

Penting untuk mengenali gejala awal artritis agar penanganan bisa dilakukan sedini mungkin. Menurut dr. Victoria, beberapa tanda yang biasa muncul adalah:

  1. Nyeri sendi yang menetap meski tidak digunakan aktif.
  2. Kekakuan sendi terutama saat bangun tidur atau setelah lama diam.
  3. Pembengkakan yang berlangsung lebih dari beberapa hari.
  4. Penurunan kemampuan menggerakkan sendi dengan bebas.

Deteksi dini memungkinkan langkah pengobatan dan modifikasi pola hidup yang dapat mencegah progresifitas kerusakan sendi.

Pencegahan Melalui Gaya Hidup Sehat

Menerapkan gaya hidup sehat menjadi kunci utama dalam mencegah artritis yang dipicu oleh kebiasaan duduk lama. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Melakukan olahraga ringan seperti jalan cepat atau berenang secara rutin.
  2. Menjaga berat badan ideal untuk mengurangi beban pada sendi.
  3. Mengonsumsi makanan bergizi kaya kalsium dan vitamin D untuk memperkuat tulang.
  4. Menghindari posisi duduk terlalu lama dengan istirahat sejenak setiap satu jam sekali untuk melakukan peregangan.

Program edukasi dan pemeriksaan kesehatan secara rutin juga sangat dianjurkan untuk mendeteksi risiko dan kondisi sendi secara lebih awal.

Inisiatif Edukasi Kesehatan di Masyarakat

Holywings Group melalui program CSR Holywings Peduli mengadakan seminar kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang artritis dan pentingnya pemeriksaan kesehatan. Dalam acara yang digelar di Palembang, peserta lansia mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis meliputi pengukuran gula darah, kolesterol, tekanan darah, serta konsultasi medis seputar masalah sendi.

Kegiatan edukasi ini bertujuan mendorong masyarakat menjadikan deteksi dini dan gaya hidup sehat sebagai bagian dari kebiasaan agar risiko artritis dan komplikasinya dapat diminimalisasi.

Meningkatkan kesadaran tentang dampak duduk lama terhadap kesehatan sendi dan menerapkan langkah pencegahan dapat membantu mengurangi angka penderita artritis serta mencegah terjadinya cedera permanen yang mengganggu produktivitas dan kualitas hidup.

Source: lifestyle.viva.co.id

Terbaru