Khofifah Perkuat Iklim Investasi Jatim dengan Networking Strategis Bersama Investor Jepang 2026

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya menjaga iklim investasi yang kondusif demi pertumbuhan Penanaman Modal Asing (PMA) dari Jepang di wilayahnya. Komitmen ini diwujudkan melalui upaya intensif menjalin networking bersama para pengusaha Jepang untuk memastikan investasi tumbuh berkualitas, berkelanjutan, dan langsung berdampak pada kesejahteraan masyarakat setempat.

Pada acara East Java Investment Government – Japanese Business Networking Reception di Surabaya, Khofifah menyampaikan apresiasi atas kepercayaan investor Jepang yang menjadikan Jawa Timur sebagai tujuan investasi utama di Indonesia. Tercatat 212 perusahaan PMA Jepang telah beroperasi dengan total nilai investasi mencapai lebih dari 5 miliar dolar AS, menjadikan Jepang sebagai penyumbang PMA terbesar keempat di Jawa Timur.

Peran Investasi Jepang dalam Penguatan Struktur Industri

Investasi Jepang di Jawa Timur lebih banyak bersifat jangka panjang dan berteknologi tinggi. Sektor-sektor utama meliputi logam, otomotif, kayu, serta makanan dan minuman. Karakter investasi ini memperkokoh struktur industri di Jawa Timur dan menjadi tulang punggung pengembangan industri lokal.

Khofifah menyatakan, keberadaan PMA Jepang tidak hanya menciptakan lapangan kerja tetapi juga meningkatkan nilai tambah dan memacu tumbuhnya industri pendukung serta UMKM di sekitar lokasi investasi.

Reformasi Perizinan dan Fasilitas Penunjang Investasi

Pemprov Jatim melakukan berbagai reformasi untuk memudahkan investasi, terutama melalui sistem digital Online Single Submission (OSS). Sistem ini diperkuat dengan Jatim Online Single Submission (JOSS) yang memberikan kemudahan dan kecepatan dalam proses perizinan. Selain itu, penyediaan informasi investasi melalui platform POINT Jatim dan layanan aftercare lewat program KLIK – Mobile Investment Clinic, memastikan investasi berjalan lancar dan berkelanjutan.

Strategi ini bertujuan memastikan investasi yang masuk tidak hanya kuantitasnya meningkat, tetapi pula kualitas dan kontribusi langsungnya bagi masyarakat.

Pencapaian dan Tantangan Investasi di Jawa Timur

Realisasi investasi di Jawa Timur pada tahun ini mencapai Rp147,7 triliun, menempatkan provinsi ini dalam tiga besar nasional setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta. Pertumbuhan investasi kuartal keempat mencapai 31,6 persen dibanding kuartal sebelumnya, serta naik 11,4 persen secara tahunan.

Meski demikian, Khofifah mengakui masih ada beberapa tantangan terkait regulasi dan adaptasi budaya bisnis. Oleh karena itu, ia mengajak Konsulat Jepang dan pemimpin perusahaan Jepang untuk memperkuat komunikasi demi membangun kerja sama yang lebih solid dan berkelanjutan.

Pengembangan Sektor Prioritas untuk Investasi Jepang

Pemprov Jatim akan fokus mengembangkan beberapa sektor unggulan untuk menarik investasi Jepang, yaitu:

  1. Manufaktur dan otomotif
  2. Elektronik dan teknologi berbasis industri
  3. Petrokimia dan industri hilir
  4. Makanan, minuman, dan agroindustri
  5. Energi dan industri hijau
  6. Infrastruktur dan kawasan industri

Khofifah menyatakan kesiapan Pemprov untuk terus menjadi mitra strategis dan fasilitator dalam mendukung rencana investasi yang saling menguntungkan antara Jawa Timur dan Jepang.

Apresiasi Konsul Jenderal Jepang terhadap Kolaborasi

Konsul Jenderal Jepang di Surabaya, Dr. Takonai Susumu, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi erat antara Pemprov Jatim dan Konsulat Jepang khususnya dalam pembenahan iklim investasi. Ia menyambut baik ajakan Gubernur Khofifah agar intensitas pertemuan dan dialog terus ditingkatkan, guna mengatasi tantangan seperti perbedaan budaya bisnis, aspek administratif, serta regulasi hukum di kedua negara.

Penegasan komitmen ini menjadi landasan kuat untuk memastikan kelancaran usaha dan kepatuhan hukum bagi investor Jepang di Jawa Timur.

Penghargaan untuk Perusahaan Jepang Beroperasi Lebih dari 50 Tahun

Acara networking juga diwarnai dengan penyerahan penghargaan kepada delapan perusahaan Jepang yang telah beroperasi lebih dari 50 tahun di Jawa Timur. Antara lain:

Keberadaan perusahaan-perusahaan ini menunjukkan kuatnya ikatan investasi Jepang dan peran besar mereka dalam pengembangan perekonomian Jawa Timur.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Chairman of East Java Japan Club, serta para direktur dan pimpinan perusahaan Jepang yang aktif di wilayah ini. Langkah-langkah strategis dan networking yang terjalin diharapkan terus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai destinasi investasi utama bagi investor Jepang dan memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat lokal.

Baca selengkapnya di: www.bangsaonline.com
Exit mobile version