Jatim Half Marathon 2026 Batal, Peserta Keluhkan Tak Ada Kejelasan Refund Biaya Pendaftaran

Pembatalan Mendadak Jatim Half Marathon, Peserta Kebingungan Soal Refund

Event lari Jatim Half Marathon (JHM) yang sedianya dilaksanakan pada 1 Februari 2026 di Surabaya resmi dibatalkan secara tiba-tiba oleh panitia. Keputusan ini memicu kekecewaan besar dari para peserta yang merasa dirugikan dan belum mendapatkan kejelasan mengenai pengembalian dana pendaftaran.

Seorang peserta bernama Irani, warga Sidoarjo, menyatakan bahwa dirinya tidak menerima informasi resmi terkait pembatalan dan baru mengetahui kabar tersebut dari media sosial. “Saya sudah datang ke Balai Pemuda untuk mengambil racepack, tetapi tidak ada pemberitahuan apapun tentang pembatalan acara,” ujarnya.

Irani juga menyampaikan bahwa ia telah membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 330.000 untuk kategori lari 10K sejak beberapa waktu lalu. “Ini pertama kali saya ikut event lari dan awalnya percaya karena acaranya besar, tapi ternyata ini menipu,” katanya kecewa. Hingga saat ini, ia belum memperoleh kejelasan soal refund dana pendaftaran meskipun sudah menghubungi contact person panitia.

Pernyataan Resmi Panitia dan Proses Laporan ke Polisi

Melalui akun Instagram resmi @air.increative, panitia JHM menyampaikan permohonan maaf atas pembatalan mendadak acara tersebut. Mereka mengungkapkan pembatalan disebabkan karena ada kewajiban kepada vendor yang tidak dapat dipenuhi sehingga event harus dibatalkan.

Panitia juga menjelaskan bahwa mereka kini tengah melakukan proses pelaporan dan klarifikasi resmi ke pihak kepolisian di Surabaya. “Panitia merasa dirugikan dan diduga menjadi korban penipuan oleh CEO acara, Firrizki Rohmatullah, yang juga founder dan penanggung jawab utama event ini,” tulis pernyataan resmi tersebut.

Customer service JHM mengonfirmasi bahwa pembatalan disebabkan oleh tindakan oknum founder yang membawa seluruh dana hasil penjualan tiket peserta tanpa sepengetahuan panitia. “Kami hanya dapat memberikan biodata oknum terkait sebagai bentuk pertanggungjawaban,” ujar customer service tersebut.

Rekap Situasi dan Dampak pada Peserta

  1. Event Jatim Half Marathon batal digelar mendadak tanpa pemberitahuan resmi ke peserta.
  2. Peserta, termasuk Irani dari Sidoarjo, belum mendapat refund atau kejelasan dana pendaftaran.
  3. Panitia mengaku menjadi korban dugaan penipuan oleh CEO dan founder event.
  4. Proses pelaporan ke polisi telah dilakukan oleh panitia.
  5. Customer service hanya memberikan biodata oknum pelaku, tidak ada solusi refund konkret.

Pembatalan mendadak ini menjadi pelajaran penting bagi penyelenggara kegiatan besar di Jawa Timur untuk meningkatkan transparansi dan komunikasi dengan peserta. Sampai kini, para peserta masih menanti informasi resmi terkait mekanisme pengembalian dana yang jelas dan cepat. Panitia juga harus bertanggung jawab penuh agar tidak ada kerugian lebih lanjut kepada publik dan pelari yang sudah antusias mengikuti Jatim Half Marathon tahun ini.

Baca selengkapnya di: surabaya.kompas.com

Berita Terkait

Back to top button