Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat terjadi puluhan bencana di wilayahnya sepanjang bulan Januari ini. Totalnya sebanyak 45 kejadian bencana terjadi dari awal hingga tanggal 25, meliputi banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, dan kebakaran.
Bencana-bencana tersebut tersebar di beberapa kabupaten dan kota dengan dampak yang cukup signifikan. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah menunjukkan tujuh korban meninggal dunia dan lima orang mengalami luka-luka.
Selain itu, sebanyak 9.729 warga terpaksa mengungsi akibat bencana ini. Jumlah warga terdampak mencapai lebih dari 308 ribu jiwa yang tersebar di berbagai daerah. Kerusakan meluas juga terjadi pada rumah tinggal, fasilitas umum, lahan pertanian, serta area perikanan.
Upaya Penanganan Darurat
Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, menyampaikan pemerintah telah melakukan berbagai tindakan tanggap darurat. Langkah-langkah tersebut antara lain rekayasa cuaca dan percepatan distribusi logistik ke wilayah-wilayah terdampak.
Pemulihan akses juga terus diupayakan agar bantuan pangan dan layanan medis dapat cepat sampai ke lokasi pengungsian. Optimalisasi pompa dilakukan di daerah rawan banjir untuk mempercepat surutnya genangan air.
Di posko pengungsian, perhatian tidak hanya pada kebutuhan dasar. Layanan trauma healing dan pendampingan psikososial diberikan secara rutin kepada anak-anak dan ibu-ibu yang terdampak bencana.
Rencana Pemulihan Pasca Bencana
Sumarno menegaskan bahwa rehabilitasi dan rekonstruksi sudah disiapkan menunggu kondisi cuaca membaik. Tahap ini akan segera dilaksanakan setelah genangan air benar-benar surut dan situasi darurat teratasi.
Fokus pemulihan ini diharapkan dapat memperbaiki infrastruktur yang mengalami kerusakan berat akibat bencana. Pemerintah pun mengimbau masyarakat tetap aktif melaporkan kondisi darurat.
Sarana Pelaporan dan Waspada Cuaca
Masyarakat dapat menghubungi nomor darurat 112 atau WhatsApp Pusdalops di nomor 08813809409. Selain itu, Dinas Sosial Jawa Tengah juga menyediakan layanan di nomor telepon (024) 8454962.
Berdasarkan prakiraan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang, potensi hujan sedang sampai lebat disertai petir dan angin kencang masih berpeluang terjadi hingga awal Februari.
Prakirawan BMKG, Rany Puspita, mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap bencana hidrometeorologi. Risiko banjir, banjir bandang, dan tanah longsor perlu menjadi perhatian khusus.
Pihak terkait diimbau untuk mengintensifkan upaya mitigasi, serta menyebarkan peringatan dini agar masyarakat dapat mengambil langkah antisipasi. Masyarakat juga disarankan menghindari aktivitas di bantaran sungai dan daerah lereng rawan longsor saat cuaca buruk.
Melalui koordinasi yang baik dan kesadaran tinggi dari semua pihak, diharapkan dampak bencana ke depan dapat diminimalkan. Pemerintah Jawa Tengah terus memantau perkembangan cuaca dan siap memberikan respons cepat guna melindungi warga di seluruh wilayah.
