Mardiono Ajak Kader PPP Jabar Perkuat Ketahanan Pangan di Tengah Ketidakpastian Global
Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Barat di Indramayu menghadirkan momentum penting bagi kader partai untuk meningkatkan peran strategis dalam ketahanan pangan. Dalam kesempatan tersebut, Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan sekaligus Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono, menegaskan urgensi isu ketahanan pangan di tengah dinamika dunia yang penuh tantangan.
Mardiono menggambarkan situasi global saat ini sangat kompleks dan sarat ketidakpastian. Ia menyoroti lebih dari seratus negara yang tengah terlibat dalam berbagai konflik bersenjata, baik antarnegara maupun konflik internal. Kondisi tersebut berdampak pada berbagai aspek, termasuk sosial, politik, dan ekonomi yang juga dirasakan Indonesia.
Dampak Konflik Global terhadap Ketahanan Pangan Indonesia
Mardiono menjelaskan bagaimana perang dan konflik di sejumlah negara mengganggu rantai pasokan bahan pokok penting yang Indonesia sangat bergantung padanya. Contohnya, konflik Rusia-Ukraina yang menghambat pasokan gandum dan pupuk, sementara ketegangan di Timur Tengah berdampak pada suplai energi dan minyak dunia. Indonesia, sebagai negara yang amat bergantung pada impor pangan seperti gandum yang menjadi bahan utama mie instan, menghadapi risiko fluktuasi harga yang tajam akibat hal ini.
"Ketergantungan kita pada impor bahan baku strategis membuat ketahanan pangan nasional rentan terhadap gejolak dunia," ujar Mardiono di hadapan peserta Muswil. Ia memandang bahwa ketahanan pangan bukan hanya persoalan pertanian, melainkan bagian dari ketahanan nasional yang menjamin stabilitas dan kedaulatan negara.
Transformasi Sistem Perdagangan Global dan Tantangan bagi Indonesia
Mardiono menyoroti perubahan paradigma perdagangan internasional yang sebelumnya mendukung keterbukaan kini bergeser ke proteksionisme tinggi. Ia menyebutkan beberapa negara menerapkan tarif impor hingga 100 persen untuk melindungi kepentingan domestiknya. Tren ini merefleksikan masalah internal yang dialami negara-negara tersebut, seperti penurunan pendapatan negara dan peningkatan pengangguran.
Fenomena ini menyebabkan Indonesia harus lebih waspada dan mengantisipasi dampaknya pada ekonomi dalam negeri. Mardiono menegaskan bahwa Indonesia perlu beradaptasi dengan kebijakan global yang tidak lagi sepenuhnya mendukung perdagangan bebas sebagaimana yang dulu diharapkan.
Peran Kader PPP dalam Memperkuat Ketahanan Pangan
Dalam forum Muswil tersebut, Mardiono menggerakkan seluruh kader PPP di Jawa Barat untuk bersinergi menguatkan ketahanan pangan. Ia meminta kader tidak hanya fokus pada aspek politik, tetapi juga aktif berkontribusi dalam strategi mempertahankan kedaulatan pangan. Kesadaran ini penting agar bangsa Indonesia siap menghadapi tantangan global yang terus berubah cepat.
Pesan penting Mardiono menggarisbawahi bahwa konflik dan dinamika politik di dalam dan luar negeri memiliki korelasi kuat dengan ketahanan nasional, sehingga perlunya kerja sama lintas sektoral dan terus meningkatkan produksi pangan dalam negeri. Hal ini menjadi langkah strategis agar Indonesia tidak mudah terguncang oleh ketidakpastian global yang berlangsung saat ini.
Dengan demikian, Muswil PPP Jabar bukan hanya ajang konsolidasi partai, melainkan juga momentum refleksi dan aksi bersama untuk menjaga ketahanan pangan sebagai fondasi kekuatan bangsa di masa depan.
