Gempa Pacitan M 6,4 Guncang Jatim, Disusul 21 Gempa Susulan dalam 1,5 Jam, Tanpa Tsunami

Gempa berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat dini hari pukul 01.06 WIB. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini tidak menimbulkan potensi tsunami sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan ancaman gelombang tinggi.

BMKG mencatat gempa tersebut memiliki episenter sekitar 90 kilometer tenggara Pacitan dengan koordinat 8,99 Lintang Selatan dan 111,18 Bujur Timur. Kedalaman gempa hanya mencapai 10 kilometer, sehingga termasuk dalam kategori gempa dangkal yang biasanya terasa cukup kuat di permukaan. Wilayah yang merasakan gempa tersebar mulai dari Pacitan, Bantul, Sleman, hingga Jepara dengan tingkat intensitas berbeda.

Gempa Susulan Muncul Lebih dari Dua Puluh Kali

Setelah gempa utama, BMKG melaporkan adanya 21 kali gempa susulan yang tersebar di beberapa daerah Jawa Timur. Gempa susulan tersebut terjadi dalam kurun waktu satu jam setengah sejak gempa awal. Kota-kota yang terdampak gempa susulan antara lain adalah Pacitan, Blitar, Trenggalek, dan Jember. Kekuatan gempa susulan rata-rata sebesar magnitudo 2, sehingga relatif lebih kecil namun masih mendapat perhatian warga setempat.

Pengamatan dari akun resmi BMKG di media sosial X (sebelumnya Twitter) terus memperbarui informasi terkait gempa susulan yang diminati oleh warganet. Warga turut mencatat dan memperkirakan jumlah gempa susulan, dengan laporan berikut:

  1. Pacitan: 17 kali gempa susulan
  2. Jember: 2 kali gempa susulan
  3. Blitar: 1 kali gempa susulan
  4. Trenggalek: 1 kali gempa susulan

Selain itu, wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta juga mengalami gempa susulan sebanyak dua kali yakni di Gunung Kidul dan Bantul. Gempa susulan dengan frekuensi cukup tinggi tersebut menjadi perhatian bagi masyarakat yang masih waspada terhadap kejadian ini.

Respons dan Imbauan BMKG

BMKG telah mengeluarkan rilis resmi terkait gempa yang berlangsung hingga dini hari ini. Mereka menyatakan gempa utama dan gempa susulan bukan indikator adanya bencana tsunami. Namun, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memastikan bangunan tempat tinggal aman serta mengikuti protokol mitigasi gempa yang dianjurkan.

Wilayah yang merasakan getaran gempa dengan tingkatan intensitas berbeda meliputi sejumlah kota dan kabupaten berikut:

Angka Romawi tersebut menunjukkan tingkat intensitas gempa menurut skala MMI (Modified Mercalli Intensity) yang menggambarkan sejauh mana guncangan dirasakan dan dampak di lingkungan.

Data terbaru dan informasi perkembangan gempa, khususnya mengenai gempa susulan, masih terus dipantau oleh BMKG. Untuk saat ini, masyarakat di wilayah terdampak diimbau agar siap siaga dan mengikuti arahan dari instansi terkait. Edukasi mitigasi bencana menjadi kunci utama agar risiko korban dan kerusakan bisa diminimalkan.

Berita ini akan terus diperbarui seiring dengan data gempa susulan yang masuk dan langkah-langkah mitigasi yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat setempat. Pemerintah dan BMKG juga menekankan pentingnya kesadaran serta ketenangan di tengah situasi gempa mengguncang wilayah Jawa Timur, khususnya Pacitan dan sekitarnya.

Baca selengkapnya di: www.kompas.com
Exit mobile version