Gempa Tektonik Magnitudo 6,2 Guncang Pacitan Jawa Timur, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Tektonik Magnitudo 6,2 Guncang Pacitan Jawa Timur

Wilayah Pacitan, Jawa Timur, mengalami gempa tektonik berkekuatan magnitudo 6,2 pada dini hari Jumat pagi. Berdasarkan data BMKG, episenter gempa berada di koordinat 8,98° LS dan 111,18° BT, tepatnya di laut dengan jarak 89 kilometer arah tenggara Kota Pacitan pada kedalaman 58 kilometer.

Gempa yang terjadi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, menjelaskan bahwa gempa ini tergolong megathrust, namun magnitudo tidak mencapai 7,0 sehingga potensi tsunami dapat dikatakan tidak muncul.

Pacitan memiliki sejarah gempa dan tsunami yang cukup panjang. Tsunami pada 4 Januari 1840 tercatat sebagai peristiwa di wilayah selatan Pulau Jawa yang menyebabkan gelombang pasang di pantai Pacitan. Selain itu, tsunami pada 20 Oktober 1859 juga pernah tercatat memberi dampak signifikan meskipun dokumentasinya tidak selengkap masa kini.

Menurut Dr. Daryono, keberadaan megathrust Jawa, kondisi teluk dan pantai yang sempit serta posisi Pacitan di atas segmen slab landai meningkatkan risiko tsunami. Namun, gempa kali ini tidak memicu tsunami berdasarkan hasil pemodelan BMKG.

Dampak getaran gempa merata hingga sejumlah wilayah di sekitarnya dengan intensitas bervariasi. Skala intensitas IV MMI dirasakan di Bantul, Sleman, dan Pacitan, di mana getaran terasa oleh banyak orang dalam rumah. Intensitas III MMI terjadi di Kulon Progo, Trenggalek, Wonogiri, Malang, dan wilayah lain yang lebih jauh, dengan getaran terasa nyata dalam rumah. Sementara di Tuban dan Jepara, getaran tercatat dengan intensitas II MMI yang hanya dirasakan oleh sebagian orang dan menggerakkan benda ringan.

Hingga pukul 01.35 WIB, BMKG belum melaporkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock). Selain secara geofisik, laporan juga menyebut kerusakan ringan di beberapa rumah warga di Pacitan akibat gempa ini.

Berikut rincian dampak gempa berdasarkan skala intensitas MMI:

  1. IV MMI: Bantul, Sleman, Pacitan (getaran dirasakan banyak orang dalam rumah)
  2. III MMI: Kulon Progo, Trenggalek, Wonogiri, Malang, Cirebon, Blitar, Surakarta, Karanganyar, Magelang, Jombang, Tulungagung, Ponorogo, Magetan, Nganjuk, Wonosobo, Banjarnegara (getaran terasa nyata dalam rumah, seperti truk berlalu)
  3. II MMI: Tuban, Jepara (getaran hanya dirasakan sebagian orang, benda ringan bergoyang)

BMKG terus memantau potensi gempa susulan dan perkembangan situasi di daerah terdampak. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG serta pemerintah setempat.

Dengan data lengkap dan analisis mendalam tersebut, gempa magnitudo 6,2 yang mengguncang Pacitan menjadi perhatian penting bagi mitigasi bencana di kawasan rawan gempa dan tsunami di Indonesia.

Baca selengkapnya di: koranpelita.co

Berita Terkait

Back to top button