Dishub Jatim Prioritaskan Kepanjen–Terminal Hamid Rusdi, Koridor Baru Trans Jatim Siap Ubah Arus Mobilitas Malang Raya

Dishub Jatim menempatkan rute Kepanjen–Terminal Hamid Rusdi, Kota Malang, sebagai prioritas koridor baru BTS Trans Jatim berikutnya. Langkah ini muncul setelah Koridor I Malang Raya mulai beroperasi pada November 2025 dan dinilai punya potensi penumpang yang besar.

Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Jatim, Ainur Rofiq, menyebut jalur tersebut ramai oleh aktivitas warga Kabupaten Malang yang setiap hari bergerak ke kawasan perkotaan. Karena itu, pemerintah provinsi menilai layanan angkutan massal berbasis Buy The Service itu layak diperluas ke titik tersebut.

Potensi penumpang dinilai tinggi

Ainur mengatakan segmen Kepanjen menuju Terminal Hamid Rusdi memiliki demand yang besar. Dishub Jatim pun berupaya maksimal untuk mewujudkan koridor itu sebagai layanan baru.

Selain potensi pasar, Dishub Jatim juga menyiapkan batas panjang koridor sekitar 40 kilometer. Batas ini dipakai agar operasional tetap efisien dan waktu tunggu antarbus atau headway tetap terjaga.

Angkot dan MPU tetap dilibatkan

Dalam pengembangan koridor baru, Dishub Jatim menekankan empat fokus utama. Empat fokus itu adalah menjaga keberlangsungan angkutan umum eksisting, mengoptimalkan halte sebagai titik transit, menata angkutan pengumpan, dan mendorong dukungan pembiayaan dari pemerintah daerah.

Skema yang disiapkan tidak menghapus angkot dan MPU. Kedua moda itu akan diarahkan menjadi feeder yang menghubungkan kawasan permukiman dengan halte-halte Trans Jatim.

Pemerintah daerah juga diminta menata ulang rute agar integrasi transportasi berjalan efektif. Dengan pola ini, layanan utama dan pengumpan diharapkan bisa saling melengkapi, bukan saling bersaing.

Koordinasi dengan daerah segera digelar

Untuk mematangkan rencana itu, Dishub Jatim akan menggelar rapat koordinasi bersama seluruh Dinas Perhubungan se-Malang Raya pada Selasa pekan depan. Pertemuan tersebut ditujukan untuk menyepakati jalur operasional dan meminimalkan potensi gesekan dengan operator angkutan yang sudah ada.

Pemprov Jatim menilai koridor baru BTS Trans Jatim dapat memberi dampak langsung bagi masyarakat. Manfaat yang diharapkan mencakup pengurangan kemacetan, penurunan angka kecelakaan lalu lintas, dan berkurangnya biaya transportasi harian warga.

Source: informasi-realita.net

Berita Terkait

Back to top button