Rachel/Febi Lolos Ke Semifinal, Siap Tantang Raksasa China Di Istora

Indonesia memastikan satu wakil ganda putri tetap berada di jalur perebutan gelar setelah Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum lolos ke semifinal Indonesia Open 2026. Kepastian itu lahir dari duel sesama pasangan Indonesia di perempat final yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, pada Jumat (5/6/2026).

Rachel/Febi menang setelah sempat kalah pada gim pertama, lalu membalikkan keadaan atas Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari dengan skor 8-21, 21-15, 21-11. Hasil ini membuat pasangan muda tersebut menembus empat besar turnamen level Super 1000 dan menyiapkan tantangan berat melawan unggulan teratas asal China, Liu Sheng Shu/Tan Ning.

Bangkit setelah kehilangan gim pertama

Laga antarwakil Merah Putih itu berjalan ketat sejak awal, terutama karena kedua pasangan sudah saling memahami karakter permainan masing-masing. Rachel menilai pertandingan berlangsung ramai dan menuntut ketepatan membaca situasi, termasuk saat menghadapi kondisi angin di lapangan.

Ia menyebut faktor tersebut ikut memengaruhi jalannya pertandingan dan membantu mereka lebih mengontrol permainan pada gim-gim berikutnya. Dukungan penonton di Istora juga memberi energi tambahan bagi Rachel dan Febi untuk menjaga intensitas hingga akhir laga.

Pada dua gim terakhir, Rachel/Febi tampil lebih stabil dan mampu menekan lawan dengan tempo yang lebih terjaga. Perubahan ritme itu membuat mereka berhasil membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal jauh di gim pembuka.

Tantangan berikutnya datang dari unggulan China

Setelah lolos ke semifinal, fokus Rachel/Febi langsung tertuju pada laga berikutnya melawan Liu Sheng Shu/Tan Ning. Lawan asal China itu datang sebagai unggulan pertama dan dikenal sebagai pasangan yang kuat di level atas.

Rachel menegaskan bahwa mereka harus langsung masuk ke permainan sejak awal jika ingin membuka peluang membuat kejutan. Persiapan fisik dan mental juga menjadi perhatian utama agar tidak terlambat panas saat menghadapi tekanan dari pasangan lawan.

Kemenangan atas sesama wakil Indonesia memberi modal kepercayaan diri, tetapi Rachel tetap melihat laga semifinal sebagai ujian yang berbeda. Menghadapi unggulan teratas membutuhkan konsentrasi penuh dan eksekusi yang lebih rapi sejak poin awal.

Fadia/Tiwi terhenti, tetapi melihat progres

Di sisi lain, langkah Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi harus terhenti di perempat final setelah kalah dari pasangan Jepang Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto. Mereka takluk lewat pertarungan tiga gim dengan skor 21-13, 12-21, 13-21.

Meski gagal menembus semifinal, Tiwi menilai performa mereka tetap menunjukkan perkembangan dibanding pertemuan sebelumnya dengan pasangan Jepang tersebut. Evaluasi ini menjadi penting karena duel itu memperlihatkan bahwa pasangan baru ini mulai menemukan pola permainan yang ingin dibangun bersama.

Fadia menjelaskan lawan mengubah strategi setelah kalah pada gim pertama. Perubahan pola itu membuat mereka lebih banyak terlibat reli panjang, sementara sisi kesabaran menjadi pembeda utama di lapangan.

Persaingan ganda putri Indonesia makin ketat

Fadia juga menyoroti bahwa sektor ganda putri Indonesia kini semakin kompetitif. Menurutnya, kehadiran beberapa pasangan yang sama-sama bersaing di level atas membuat proses saling dorong antarpemain menjadi kekuatan tersendiri bagi sektor ini.

Ia menyebut ada tiga pasangan yang saling mendukung sekaligus bersaing, dan situasi itu membantu meningkatkan rasa percaya diri tim ganda putri. Kondisi tersebut juga dinilai menjadi modal penting agar Indonesia terus melahirkan pasangan yang mampu bertahan di level elite.

Dengan Rachel/Febi masih bertahan dan siap menantang unggulan China, perhatian publik tuan rumah kini tertuju pada peluang mereka menjaga harapan Indonesia di sektor ganda putri. Atmosfer Istora yang sudah mengantar mereka ke semifinal kembali diharapkan menjadi dorongan saat menghadapi pertandingan yang jauh lebih berat berikutnya.

Source: www.beritasatu.com

Berita Terkait

Back to top button