Banjir Masif Rendam 34 Desa di Grobogan, 5.214 Keluarga Terjebak Krisis Air dan Kerusakan Tanggul, Ancaman Banjir Susulan Kini Mengintai!

Banjir melanda 34 desa di sembilan kecamatan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Sebanyak 5.214 keluarga terdampak dan satu unit rumah mengalami kerusakan berat akibat luapan sungai dan tanggul jebol.

Peristiwa terjadi menyusul hujan deras yang berlangsung sejak malam hingga pagi hari, serta kiriman air dari hulu Sungai Glugu, Sungai Jajar, dan Sungai Tuntang. Beberapa tanggul jebol memperparah kondisi banjir yang kini mulai surut di beberapa wilayah.

Dampak Banjir di Wilayah Kecamatan

Di Kecamatan Kedungjati, tujuh desa tergenang air setinggi 20-40 cm akibat luapan Sungai Tuntang. Data BPBD mencatat total kepala keluarga terdampak sebagai berikut: Desa Klitikan (123 KK), Desa Kedungjati (98 KK), Desa Wates (1.000 KK), Desa Jumo (310 KK), Desa Deras (450 KK), Desa Kalimaro (321 KK), dan Desa Padas (60 KK). Kondisi genangan di wilayah ini saat ini berangsur surut.

Kecamatan Tegowanu mengalami banjir dengan ketinggian air 20-100 cm yang merendam Desa Tajemsari (171 KK), Desa Sukorejo (600 KK), dan Desa Kebonagung (526 KK). Tanggul Sungai Cabean di Desa Tajemsari dan tanggul Sungai Jratun di Desa Kebonagung rusak, sehingga memperparah luapan air.

Di Kecamatan Gubug, Desa Penadaran terdampak banjir di tiga dusun dengan ketinggian air 30-50 cm. Petugas terus melakukan kerja bakti untuk meninggikan tanggul Sungai Tuntang demi mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.

Di Kecamatan Purwodadi, Kelurahan Purwodadi terendam dengan 584 KK terdampak yang tersebar di beberapa lingkungan. Kelurahan Kalongan di Perumahan Permata Hijau mengalami genangan hingga 1 meter, mempengaruhi 1.180 KK. Desa Karanganyar dan Desa Ngraji juga masih tergenang dengan ketinggian air 20-50 cm.

Di Kecamatan Karangrayung, banjir menggenangi Desa Karangsono dan Mojoagung akibat jebolnya tanggul Sungai Jajar Baru sepanjang 15 meter. Genangan mulai surut, namun masih tersisa di beberapa ruas jalan di desa tersebut.

Kondisi di Kecamatan Lain dan Dampak Transportasi

Di Kecamatan Geyer, tiga rumah di Desa Bangsri sempat terendam air setinggi 25 cm dan kini sudah surut. Kecamatan Toroh mencatat sembilan desa terdampak banjir dengan ketinggian air 30-50 cm. Di Kecamatan Pulokulon, Desa Karangharjo, khususnya Dusun Legundi, dilaporkan terdampak luapan Sungai Peganjing setinggi 50 cm. Sebanyak 30 warga melakukan evakuasi mandiri.

Banjir di Kecamatan Penawangan masih berlangsung di enam desa, yakni Leyangan, Toko, Sedadi, Tunggu, Karangwader, dan Pengkol.

Perjalanan kereta api lintas utara rute Jakarta-Surabaya terganggu oleh banjir yang menggenangi rel di Km 32 antara Karangjati dan Gubug. Petugas melakukan pengamanan guna memastikan keselamatan operasi kereta api.

Upaya Penanganan dan Kesiapsiagaan Warga

Pantauan di Bendung Sedadi menunjukkan elevasi air pada 26,68 mdpl, menandakan status siaga dengan tren penurunan. Namun, Pos Menduran melaporkan kenaikan debit air. BNPB dan BPBD terus berkoordinasi dalam penanganan darurat, termasuk evakuasi, distribusi bantuan, pemantauan lapangan, dan penguatan tanggul darurat.

Berdasarkan perkiraan cuaca resmi, potensi hujan dengan intensitas tinggi masih berlanjut selama dua hari ke depan. Kondisi tanggul yang rusak dan debit air yang tidak stabil meningkatkan risiko banjir susulan.

BNPB mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk selalu memantau informasi terbaru dan meningkatkan kesiapsiagaan. Jika debit air meningkat, warga disarankan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman guna mengutamakan keselamatan.

Baca selengkapnya di: news.detik.com
Exit mobile version