Kabupaten Indramayu kembali menegaskan perannya sebagai penopang utama produksi perikanan di Jawa Barat. Pada 2025, Indramayu diprediksi menyumbang 32,9% dari total produksi perikanan di provinsi tersebut.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Indramayu, Edi Umaedi, mengungkapkan bahwa kekuatan produksi perikanan daerah ini terletak pada kelengkapan rantai usaha, mulai dari penangkapan ikan hingga pengolahan hasil. Struktur produksi tersebut menjadikan Indramayu sebagai tulang punggung pasokan ikan untuk Jawa Barat.
Peranan Perikanan Tangkap dan Budidaya
Perikanan tangkap masih menjadi penyumbang terbesar di Indramayu. Armada nelayan setempat tidak hanya beroperasi di Laut Jawa tetapi juga menjangkau wilayah penangkapan yang cukup jauh. Beberapa kapal berukuran besar bahkan melaut hingga perairan timur Indonesia, termasuk Papua, guna memastikan pasokan tetap stabil saat musim paceklik.
Sementara itu, subsektor budidaya memperkuat stabilitas produksi melalui tambak air payau dan air tawar. Komoditas utama berupa udang dan bandeng dibudidayakan dengan sistem semi-intensif hingga intensif. Pemerintah daerah turut memberikan dukungan berupa laboratorium kesehatan ikan dan pengujian kualitas air untuk mencegah penyakit dan kematian massal.
Skala Ekonomi dan Tantangan yang Dihadapi
Kontribusi Indramayu yang mencapai hampir sepertiga produksi provinsi mencerminkan skala ekonomi sektor perikanan yang besar. Ribuan nelayan dan pembudidaya menggantungkan mata pencaharian pada sektor ini. Selain itu, industri perikanan berkontribusi signifikan pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan di tingkat kabupaten.
Meski demikian, sektor ini menghadapi tantangan serius, khususnya anomali iklim dan kondisi cuaca ekstrem yang berdampak pada keselamatan nelayan dan hasil tangkapan. Untuk mengurangi risiko ekonomi, pemerintah kabupaten telah memperluas perlindungan sosial melalui program asuransi nelayan dan memfasilitasi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi nelayan kecil secara bertahap.
Pemanfaatan Teknologi dan Akses Pasar
Pemkab Indramayu secara rutin memperbarui informasi mengenai lokasi penangkapan ikan (fishing ground) berbasis data kondisi cuaca dan potensi ikan. Informasi harian ini diharapkan membantu nelayan menentukan lokasi tangkap yang efisien dan mengurangi biaya operasional serta risiko kecelakaan.
Pengembangan akses pasar juga menjadi fokus kebijakan. Pemerintah daerah mendorong peningkatan kualitas pengolahan hasil perikanan, seperti produk beku dan olahan bernilai tambah, agar pemasaran tidak hanya bergantung pada ikan segar. Strategi ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga bagi nelayan dan memperluas pasar ke berbagai daerah.
Kebijakan Berbasis Keberlanjutan
Edi Umaedi menekankan bahwa kebijakan perikanan Indramayu tidak hanya berorientasi pada peningkatan volume produksi. Keseimbangan antara aspek ekonomi dan ekologi menjadi prasyarat agar kontribusi 32,9% dapat dipertahankan dalam jangka panjang. Keberlanjutan sumber daya laut menjadi fokus utama guna mendukung peran strategis Indramayu sebagai penyedia utama pasokan ikan bagi Jawa Barat.
Dengan dukungan struktur usaha yang lengkap, perlindungan sosial bagi para pelaku, serta pemanfaatan teknologi informasi, Indramayu optimistis sektor perikanan tetap menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Dalam menghadapi peningkatan kebutuhan protein hewani masyarakat, peran Indramayu diperkirakan akan semakin signifikan.
Baca selengkapnya di: bandung.bisnis.com