
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia agar waspada terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat. Peringatan ini berlaku khususnya di wilayah Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Potensi cuaca ekstrim ini dipicu oleh sirkulasi siklonik yang terpantau aktif di beberapa daerah. Prakirawan BMKG, Yuyun, menyatakan bahwa selain sirkulasi siklonik, kondisi ini juga didukung oleh sistem konvergensi dan konfluensi yang kuat.
Sistem tekanan rendah tercatat berada di Samudera Hindia Barat Daya Lampung. Sedangkan aktivitas sirkulasi siklonik muncul di Laut Sulu, Perairan Utara Papua, dan di Kalimantan Barat.
Gabungan sistem-sistem tersebut menciptakan daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang mulai dari Samudera Hindia Barat Daya Lampung, melalui Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, hingga pesisir Kalimantan Timur dan utara Papua.
Daerah konvergensi lainnya juga terpantau memanjang di beberapa wilayah berikut:
1. Riau hingga Lampung
2. Pesisir Selatan Jawa Barat hingga Jawa Tengah
3. Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Selatan
4. Perairan Selatan Nusa Tenggara Barat
5. Sulawesi Selatan hingga Sulawesi Tengah
6. Papua Barat hingga Papua Tengah
Yuyun menjelaskan bahwa kondisi tersebut meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan secara signifikan. Pertumbuhan awan ini cenderung terjadi di sekitar sirkulasi siklonik dan sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut.
Masyarakat diimbau untuk selalu memperbarui informasi cuaca secara realtime. Informasi dapat diakses melalui laman resmi dan media sosial BMKG guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang mungkin terjadi.
Peringatan ini hendaknya dijadikan perhatian serius untuk kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir dan gangguan aktivitas akibat curah hujan tinggi. Kewaspadaan dini sangat penting agar risiko bencana dapat diminimalisir di wilayah yang terdampak.





