Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mendesak pembentukan Badan Narkotika Nasional (BNN) di setiap kabupaten dan kota sebagai bagian dari strategi pemberantasan narkoba yang lebih efektif. Ia menilai pencegahan penyalahgunaan narkotika harus dilakukan secara serius dan tidak sekadar formalitas semata.
Upaya yang sudah berjalan seperti program Kampung Bersinar dan Kampung Tangguh menjadi prioritas untuk diperkuat dan diperluas jangkauannya. Luthfi menegaskan, penguatan program tersebut bisa meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mencegah peredaran narkoba di lingkungannya.
Dukungan Anggaran Pemerintah Provinsi dan Prioritas Wilayah
Pemprov Jawa Tengah memberikan dukungan anggaran yang terus meningkat untuk BNN Provinsi Jawa Tengah (BNNP Jateng). Hibah dari pemerintah daerah ini naik signifikan dari Rp200 juta pada 2022 dan 2023 menjadi Rp1,5 miliar pada 2025 dan 2026. Kenaikan anggaran ini dimaksudkan untuk memperluas cakupan dan efektivitas program pemberantasan narkoba.
Gubernur Luthfi juga menginstruksikan agar wilayah Semarang dan Solo dijadikan prioritas perhatian karena tingkat kerawanan penyalahgunaan narkoba yang tergolong tinggi. Prioritas ini bertujuan untuk menghindari meluasnya peredaran dan penyalahgunaan narkotika yang berisiko terhadap generasi muda dan masyarakat luas.
Kapasitas Rehabilitasi dan Perluasan BNN Kabupaten/Kota
Kepala BNNP Jawa Tengah, Toton Rasyid, mengapresiasi dukungan Pemprov yang terus meningkat dan menyampaikan kebutuhan untuk memperkuat fasilitas rehabilitasi rawat inap. Saat ini, kapasitas rehabilitasi di provinsi itu masih terbatas, dengan rata-rata hanya menyediakan sekitar 10 tempat tidur rumah sakit dan mampu merehabilitasi sekitar 500 orang per tahun. Peningkatan fasilitas ini dianggap krusial untuk penanganan korban penyalahgunaan narkoba.
Selain itu, Toton menekankan bahwa baru sembilan kabupaten/kota di Jawa Tengah yang memiliki BNN Kabupaten/Kota (BNNK). Untuk meningkatkan efektivitas, BNNP membuka opsi penguatan berbasis zonasi sehingga daerah lain juga dapat secara optimal menjalankan program pencegahan dan pemberantasan narkoba.
Kolaborasi Lintas Sektor dalam Pemberantasan Narkoba
Audiensi antara Gubernur Ahmad Luthfi dan BNNP juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi narkoba sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime). Sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, aparat hukum, dan masyarakat dianggap sangat vital untuk mengatasi berbagai aspek kejahatan narkotika.
Dengan langkah-langkah ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupaya membangun sistem pencegahan dan penanggulangan narkoba yang komprehensif dan berkelanjutan. Peningkatan peran serta masyarakat dalam program Kampung Bersinar dan Kampung Tangguh diharapkan mampu mempersempit ruang gerak peredaran narkotika di seluruh wilayah Jawa Tengah.
Baca selengkapnya di artikel sumber: lingkartv.com