38,7 Juta Warga Siap Pulang Ke Jateng, Arus Mudik Lebaran Diprediksi Mulai 14 Maret, Siapkan Strategi Antisipasi!

Sekitar 38,7 juta orang diperkirakan akan melakukan mudik ke Jawa Tengah pada Lebaran 2026. Data ini berasal dari survei nasional yang dilakukan oleh Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Arief Djatmiko, mengungkapkan bahwa Jawa Tengah menjadi tujuan utama bagi lebih dari 40 persen pemudik secara nasional. Prediksi puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada tanggal 14 dan 17 Maret 2026.

Persiapan dan Layanan Mudik Lebaran
Untuk mengantisipasi lonjakan pemudik tersebut, Dinas Perhubungan Jawa Tengah telah menyiapkan berbagai fasilitas. Layanan yang disiapkan meliputi posko Idulfitri serta inspeksi keselamatan kendaraan umum secara ketat.

Posko mudik akan beroperasi mulai H-8 atau tanggal 13 Maret hingga H+7 atau 30 Maret 2026. Posko-posko ini berfungsi untuk memantau lalu lintas dan memberikan pelayanan informasi bagi para pemudik.

Pantauan Titik Rawan dan Infrastruktur
Dishub Jawa Tengah juga akan memantau beberapa titik rawan kemacetan dan kecelakaan. Pemantauan dilakukan dengan menggunakan CCTV di kawasan keramaian dan jalur utama, seperti Pasar Gombong, Simpang Ketanggungan, Simpang Lingkar Bumiayu, dan Exit Tol Prambanan.

Perangkat pengindera jarak jauh turut difungsikan untuk memantau kondisi cuaca agar keamanan perjalanan pemudik tetap terjaga. Akses langsung ke CCTV daring juga akan diberikan kepada pemudik agar mereka bisa memantau arus lalu lintas di sepanjang jalur mudik.

Selain itu, Dinas Perhubungan telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk memastikan kondisi jalan provinsi memadai. Proses perbaikan sekitar 3.000 titik jalan berlubang di ruas jalan provinsi ditargetkan selesai sebelum H-7 Lebaran.

Inspeksi Kendaraan dan Ramp Check
Pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ramp check akan dilakukan secara ketat menjelang masa mudik. Semua kendaraan umum seperti bus, armada mudik gratis, hingga fasilitas terminal akan menjalani pemeriksaan menyeluruh.

Arief menegaskan bahwa kendaraan yang tidak lolos uji laik jalan tidak akan diizinkan beroperasi selama musim mudik. Inspeksi ini dilakukan satu hari sebelum keberangkatan sesuai jadwal yang ditentukan untuk memastikan semua armada dalam kondisi aman.

Informasi Jadwal dan Waktu Operasi

Langkah-langkah ini diambil untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi jutaan pemudik yang akan kembali ke kampung halaman di Jawa Tengah. Pemantauan intensif dan koordinasi antar instansi bertujuan mengurangi potensi gangguan dan memperlancar arus mudik.

Dengan persiapan matang dari instansi terkait, masyarakat dapat merencanakan perjalanan mudik lebih tenang dan terinformasi dengan baik menjelang Hari Raya Idulfitri.

Baca selengkapnya di artikel sumber: regional.kompas.com
Exit mobile version