Pelatnas panjat tebing resmi diskors sementara menyusul dugaan pelecehan seksual yang melibatkan pelatih kepala, Hendra Basir. Penangguhan ini memicu kepulangan sejumlah atlet ke daerah asal, termasuk empat atlet asal Jawa Timur (Jatim) yang selama ini memperkuat skuad nasional.
Keempat atlet asal Jatim tersebut adalah Putra Tri Ramadhani, Alma Ariella Tsany, Amanda Narda Mutia, dan Mayra Azalia Nabila. Meski dipulangkan, mereka tetap melanjutkan latihan bersama Tim Pusat Latihan Daerah (Puslatda) Jatim untuk menjaga performa dan kesiapan kompetisi mendatang.
Latihan Berlanjut di Tingkat Regional
Walaupun pelatnas tengah diliburkan, para atlet tetap menjalani program latihan secara intensif di Jatim. Hal ini penting mengingat target utama mereka adalah lolos kualifikasi dan meraih hasil maksimal pada Asian Games yang akan berlangsung di Nagoya, Jepang, pada September mendatang.
Salah satu atlet, Amanda Narda Mutia, menyatakan komitmennya untuk tetap fokus meski situasi pelatnas sedang tidak menentu. "Saya tetap menggelar latihan bersama rekan-rekan di Puslatda Jatim demi kesiapan menghadapi kualifikasi Asian Games 2026," ujarnya.
Respon Federasi dan Agenda Pelatnas
Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) telah mengambil tindakan tegas dengan menangguhkan kegiatan pelatnas. Pengumuman skuad baru untuk menghadapi Asian Games rencananya akan dilakukan saat para atlet kembali berkumpul di pelatnas Bekasi.
Waktu berkumpul selanjutnya dijadwalkan pada tanggal 3 Maret, di mana para atlet akan kembali ke Stadion Atletik Bekasi. Penggantian pelatih dan pembentukan skuad baru juga menjadi agenda penting dalam mempersiapkan tim panjat tebing Indonesia.
Dampak dan Harapan ke Depan
Kasus dugaan pelecehan ini memberi dampak signifikan terhadap stabilitas pelatnas panjat tebing. Namun, dengan peran aktif Puslatda Jatim, atlet-atlet yang sempat terdampak tetap mendapatkan kesempatan untuk berlatih optimal. Hal ini menunjukkan upaya nyata guna menjaga performa dan perkembangan atlet meskipun terjadi gangguan organisasi.
Berbagai langkah pembenahan oleh FPTI dan dukungan daerah diharapkan mampu mengembalikan fokus atlet menuju target prestasi tingkat internasional. Kebijakan pemulangan atlet sekaligus penguatan pelatihan di daerah menjadi solusi sementara yang dinilai efektif dalam kondisi ini.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.beritasatu.com








