Warga Kabupaten Sragen kini dapat menikmati jalan provinsi yang lebih layak setelah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyelesaikan proyek peningkatan dan preservasi sejumlah ruas jalan strategis. Proyek ini bertujuan untuk memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Upaya perbaikan infrastruktur jalan ini merupakan bagian dari strategi Pemprov Jawa Tengah untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan bahwa kualitas infrastruktur yang baik akan meningkatkan konektivitas sekaligus mendorong pergerakan ekonomi masyarakat.
Prioritas Pembangunan Infrastruktur Jalan
Menurut Gubernur Ahmad Luthfi, pembangunan jalan bukan hanya untuk memperbaiki fisik jalan semata. Infrastruktur yang baik penting agar pergerakan orang dan distribusi barang berjalan lancar dan aman. Pembangunan ini juga diharapkan membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah.
Peningkatan ruas jalan Kuwu–Galeh memiliki nilai kontrak senilai Rp8,509 miliar dengan panjang pembangunan sekitar 0,557 kilometer. Pengerjaan mencakup perkerasan beton, pelebaran dan perkerasan aspal dua lapis, pembangunan saluran drainase, serta pemasangan marka jalan.
Sedangkan untuk ruas Galeh–Ngrampal, dilakukan preservasi dengan panjang jalan 1,613 kilometer dan kontrak senilai Rp11,991 miliar. Proyek ini meliputi perkerasan beton, pelebaran jalan, overlay aspal, serta pembangunan bangunan pelengkap lainnya.
Manfaat Jalur Strategis untuk Ekonomi dan Mobilitas
Jalan yang ditingkatkan ini memiliki nilai strategis karena menghubungkan wilayah Gesi dan Tanon di Sragen dengan Kradenan di Grobogan. Kawasan ini merupakan sentra pertanian dengan komoditas utama padi, jagung, dan tebu.
Selain itu, ruas Galeh–Ngrampal menjadi akses penting menuju Exit Tol Sragen Timur di Pungkruk. Akses tol yang lebih mudah akan memperlancar distribusi hasil pertanian sehingga meningkatkan nilai ekonomi wilayah tersebut.
Respons dan Harapan Masyarakat
Warga Sragen menyambut baik perbaikan jalan ini. Joko Mulyono, seorang warga, mengaku merasa senang karena sebelumnya jalur tersebut sulit dilalui bahkan dengan sepeda. Kini, jalannya sudah mulus dan nyaman seperti jalan nasional.
Sementara itu, Bupati Sragen Sigit Pamungkas mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang memprioritaskan pembangunan infrastruktur di daerahnya. Ia menyebut bahwa ini merupakan mimpi panjang masyarakat lokal yang akhirnya terwujud.
Pemkab Sragen juga berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur dengan mengalokasikan anggaran lebih dari Rp80 miliar tahun ini. Upaya bersama antara provinsi dan kabupaten diharapkan mampu mempercepat pembangunan dan memacu pertumbuhan ekonomi di Sragen.
Peningkatan konektivitas jalan ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Sragen. Infrastruktur yang lebih baik tidak hanya mendukung mobilitas namun juga membuka peluang ekonomi baru di berbagai sektor, khususnya pertanian dan perdagangan.
