Bupati Situbondo Mendesak Operasional Pelabuhan Panarukan untuk Redam Kepadatan Mudik Lebaran 2026, Apa Strateginya?

Author: Qoo Media

Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, mengupayakan operasional kapal perintis di Pelabuhan Panarukan guna mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026. Ia akan mengajukan surat resmi kepada Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur untuk memperoleh izin terkait hal tersebut.

Tujuannya agar arus mudik tidak hanya bertumpu pada Pelabuhan Jangkar saja. Pelabuhan Panarukan diharapkan dapat menjadi alternatif layanan penyeberangan selama musim mudik mendatang.

Perkiraan Arus Mudik dan Balik di Pelabuhan Jangkar

Menurut Bupati Rio, estimasi jumlah pemudik yang menggunakan Pelabuhan Jangkar mencapai sekitar 30 ribu orang. Jumlah ini terbagi menjadi 15 ribu penumpang pada masa mudik dan 15 ribu pada masa balik.

Mayoritas pemudik berasal dari wilayah Pulau Raas dan Pulau Sapudi di Kabupaten Sumenep, Madura. Mereka menggunakan rute penyeberangan ini untuk kembali ke kampung halaman masing-masing.

Peningkatan Layanan Tiket Elektronik

Bupati meminta pengelola Pelabuhan Jangkar, yaitu PT ASDP Indonesia Ferry, untuk menyegarkan sistem tiket elektronik. Ia menginginkan pemudik bisa membeli tiket kapan saja dengan proses yang lebih fleksibel.

Supervisor PT ASDP Cabang Ketapang, Slamet Santoso, menyebutkan selama ini tiket elektronik hanya bisa dibeli sehari sebelum keberangkatan. Ke depan, mereka akan berupaya membuka sistem pembelian tiket hingga sebulan sebelumnya.

Namun, pengembangan ini masih harus melalui koordinasi dengan kantor pusat di Cabang Ketapang karena Pelabuhan Jangkar berada di bawah naungannya. Hal ini bertujuan memberikan kenyamanan lebih bagi para pemudik sekaligus mengurangi antrian di pelabuhan.

Manfaat Pengoperasian Pelabuhan Panarukan

Dengan adanya operasional kapal perintis di Pelabuhan Panarukan, distribusi penumpang di dua pelabuhan utama Situbondo dapat lebih merata. Ini berpotensi mengurangi kemacetan dan kepadatan yang biasanya terjadi saat puncak arus mudik dan balik.

Pelabuhan Panarukan menjadi titik strategis terutama bagi pemudik yang menuju atau berasal dari daerah pesisir timur. Pengoperasian pelabuhan ini juga dianggap dapat meningkatkan konektivitas antarpulau di wilayah tersebut.

Kesiapan dan Koordinasi Pemerintah Daerah

Rencana pengoperasian Pelabuhan Panarukan merupakan bagian dari persiapan pemerintah daerah menghadapi arus mudik Lebaran. Rapat koordinasi telah dilakukan untuk memastikan segala aspek teknis dan administratif dapat diselesaikan tepat waktu.

Langkah ini diambil demi memberikan pelayanan terbaik serta menjamin keselamatan dan kenyamanan pemudik selama musim libur nanti. Pemerintah berharap dukungan dari semua pihak agar rencana ini berjalan lancar sesuai harapan.

Dengan demikian, pengoperasian Pelabuhan Panarukan dan pembaruan sistem tiket elektronik di Pelabuhan Jangkar menjadi langkah penting dalam menyiapkan infrastruktur transportasi penyeberangan. Hal ini diharapkan mampu mengantisipasi lonjakan penumpang dan memperlancar mobilitas warga selama Lebaran 2026.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jatim.antaranews.com
Terbaru