Kemenkum Jateng dan Universitas Bhamada Slawi Bersinergi Wujudkan Implementasi Kerja Sama Strategis di Bidang Kekayaan Intelektual

Kanwil Kemenkum Jawa Tengah melakukan monitoring implementasi kerja sama dengan Universitas Bhamada Slawi. Kegiatan ini bertujuan memastikan bahwa kerja sama yang telah disepakati berjalan dan memberi manfaat bagi kedua pihak.

Ketua Tim Hubungan Masyarakat, Reformasi Birokrasi, dan Teknologi Informasi Kemenkum Jateng, Hazmi Saefi, menyatakan bahwa monitoring dilakukan untuk mengevaluasi sejauh mana implementasi nota kesepahaman berjalan efektif. Ia menegaskan bahwa penguatan kerja sama dengan perguruan tinggi se-Jawa Tengah merupakan salah satu target kinerja Kanwil.

Kerja sama ini difokuskan pada sinergi di bidang hukum, termasuk penguatan kekayaan intelektual. Pendampingan pengembangan Sentra Kekayaan Intelektual di perguruan tinggi menjadi salah satu langkah awal yang diharapkan mampu meningkatkan kapasitas akademik dan pemerintah. Hazmi juga mengharapkan perkembangan kerja sama ke berbagai bidang lain sesuai kebutuhan para pihak.

Wakil Rektor Universitas Bhamada Slawi, Woro Hapsari, menyambut baik langkah ini dan menyatakan kesiapan universitas untuk menindaklanjuti Nota Kesepahaman menjadi Perjanjian Kerja Sama (PKS). Ia menjelaskan ruang lingkup kerja sama yang diharapkan mencakup perlindungan kekayaan intelektual serta pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Implementasi Tri Dharma akan difasilitasi melalui kuliah pakar yang menghadirkan praktisi dari Kanwil Kemenkum Jawa Tengah sebagai narasumber. Menurut Woro, kerja sama ini sangat relevan dan penting untuk meningkatkan pemahaman civitas akademika terkait kekayaan intelektual serta mendorong pelaksanaan Tridharma secara optimal.

Adapun manfaat kerja sama tersebut diharapkan dapat dirasakan dalam hal berikut:

1. Perlindungan hak kekayaan intelektual bagi civitas akademika.
2. Pengembangan Sentra Kekayaan Intelektual di kampus.
3. Peningkatan kualitas pendidikan melalui kuliah pakar dari praktisi hukum.
4. Sinergi pelaksanaan tugas dan fungsi di bidang hukum antara perguruan tinggi dan pemerintah.

Kegiatan monitoring ini juga menjadi bukti komitmen Kanwil Kemenkum Jawa Tengah untuk terus memperkuat kolaborasi strategis dengan institusi pendidikan. Sinergi antara kedua instansi tersebut diharapkan dapat berkontribusi positif terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Jawa Tengah.

Monitoring dijalankan dengan pendekatan evaluasi yang terukur, sehingga hasilnya dapat menjadi dasar pengembangan program kerja sama berikutnya. Dengan langkah sistematis tersebut, kerja sama diharapkan tidak hanya berhenti pada tingkat administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi pengembangan akademik dan penegakan hukum di wilayah provinsi.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jateng.antaranews.com

Terkait