Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menunjukkan optimisme tinggi dalam mewujudkan Jawa Timur Zero ODOL pada 2027. Langkah ini ditandai dengan penyerahan simbolis enam unit truk yang telah dinormalisasi dimensinya kepada perwakilan sopir di halaman Kantor Dishub Jatim.
Normalisasi dimensi kendaraan tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan penanganan kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL). Khofifah menegaskan bahwa penyesuaian dimensi ini penting untuk menciptakan transportasi jalan yang tertib dan aman serta menjaga keberlanjutan infrastruktur di wilayah itu.
Pemprov Jatim melalui Dinas Perhubungan telah mengukur 160 truk dari total 238 kendaraan milik anggota Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT). Dari jumlah tersebut, enam unit truk sudah dipotong dimensinya agar sesuai dengan standar yang berlaku. Pemerintah memberikan dukungan pembiayaan untuk proses normalisasi tersebut.
Menurut Khofifah, pengendalian kendaraan ODOL bukan hanya soal kepatuhan melainkan juga berpengaruh pada keselamatan pengguna jalan. Kendaraan ODOL berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan dan mempercepat kerusakan jalan. Kerusakan jalan ini juga menambah beban anggaran perbaikan infrastruktur serta menghambat kelancaran distribusi logistik nasional.
Dalam konteks penguatan logistik nasional, keberadaan kendaraan ODOL menjadi kendala yang serius. Jalan yang rusak akibat muatan berlebih mengganggu efektivitas distribusi barang dan program-program pemerintah, termasuk Rencana Aksi Keselamatan (RAK). Hal ini menjadi alasan kuat mengapa normalisasi kendaraan harus segera dilakukan.
Khofifah juga memberikan apresiasi kepada GSJT yang aktif mendukung program normalisasi kendaraan. Penghargaan serupa disampaikan ke perusahaan karoseri CV Sumber Karya Abadi atas peran serta dalam proses pemotongan dimensi kendaraan. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas pengemudi menjadi kunci keberhasilan program ini.
Sinergi berbagai pihak dianggap sebagai modal penting dalam menciptakan tata kelola transportasi yang lebih tertib dan berkelanjutan di Jawa Timur. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk meneruskan normalisasi kendaraan ODOL agar target zero ODOL pada 2027 dapat tercapai sesuai harapan bersama.
Berikut poin penting dalam upaya Jawa Timur menuju Zero ODOL 2027:
1. Pemeriksaan dan pengukuran dimensi kendaraan ODOL oleh Dishub Jatim.
2. Pemotongan dimensi truk untuk menyesuaikan dengan regulasi yang berlaku.
3. Dukungan pembiayaan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
4. Sinergi erat antara pemerintah, pengemudi, pelaku usaha, dan karoseri.
5. Peningkatan keselamatan pengguna jalan serta pengurangan kerusakan infrastruktur.
Pemprov Jawa Timur terus mendorong perluasan partisipasi pelaku usaha transportasi agar lebih banyak kendaraan yang dinormalisasi. Hal ini diharapkan mempercepat tercapainya target penuh bebas kendaraan ODOL di seluruh wilayah Jawa Timur. Upaya ini sejalan dengan komitmen menjaga kualitas infrastruktur dan keselamatan transportasi darat demi mendukung pertumbuhan ekonomi regional dan nasional.
