
Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengambil langkah strategis dengan menggratiskan layanan bus Trans Jatim pada Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kebijakan ini berlaku selama satu hari penuh pada 1 Syawal untuk memudahkan masyarakat dalam menjalankan tradisi bersilaturahmi pada momen Lebaran.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Dr. Ir. Nyono, menjelaskan bahwa penggratisan berlaku di seluruh koridor Trans Jatim yang saat ini beroperasi. Langkah ini diharapkan dapat membantu mobilitas masyarakat yang mengalami peningkatan signifikan pada hari raya.
Mendukung Tradisi Unjung-unjung dan Mobilitas Meningkat
Lebaran di Jawa Timur selalu identik dengan tradisi unjung-unjung atau saling mengunjungi keluarga dan kerabat. Tradisi tersebut menyebabkan lonjakan kebutuhan transportasi, terutama di wilayah perkotaan dan kawasan penyangga.
Menurut Nyono, kebijakan tarif gratis ini merupakan upaya untuk menunjang mobilitas masyarakat saat hari pertama Lebaran. “Banyak warga yang memanfaatkan kesempatan ini untuk berkunjung ke rumah orang tua, kerabat, hingga tetangga,” ujarnya.
Penggratisan Tarif pada Seluruh Koridor Trans Jatim
Pelayanan bus Trans Jatim menjangkau delapan koridor utama yang menghubungkan berbagai wilayah strategis di Jawa Timur. Jaringan tersebut meliputi kawasan aglomerasi Gerbangkertosusila—terdiri dari Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, dan Lamongan—serta wilayah Malang Raya.
Beberapa koridor menjadi akses utama bagi masyarakat di daerah penyangga, seperti:
- Koridor II: Mojokerto – Surabaya
- Koridor III: Mojokerto – Gresik
- Koridor VI: Mojokerto – Porong
Keberadaan rute-rute ini sangat membantu masyarakat melakukan perjalanan antarkota dengan biaya yang terjangkau.
Upaya Mengurangi Kepadatan dan Meningkatkan Penggunaan Transportasi Publik
Dr. Ir. Nyono menambahkan, pemberian tarif gratis adalah bagian dari langkah pemerintah untuk mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum. Selain lebih hemat, angkutan publik dapat mengurangi kemacetan lalu lintas yang biasanya terjadi saat Lebaran.
“Dengan layanan gratis di hari pertama Lebaran, masyarakat diharapkan memanfaatkan transportasi publik secara optimal agar perjalanan silaturahmi lebih aman dan nyaman,” katanya.
Tarif Reguler dan Prioritas Pelajar
Pada hari biasa, tarif Trans Jatim dipatok sebesar Rp 5.000 per perjalanan untuk penumpang umum. Sementara itu, ada tarif khusus Rp 2.500 bagi pelajar dan santri pondok pesantren, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap akses transportasi yang ramah bagi pelajar.
Kebijakan penggratisan ini sekaligus menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang terjangkau, nyaman, dan dapat diandalkan pada momen penting keagamaan dan sosial.
Publik disarankan untuk memanfaatkan fasilitas ini guna mendukung tradisi silaturahmi dan pergerakan warga di Jawa Timur selama Idul Fitri, sehingga suasana hari raya dapat dirasakan dengan lebih optimal.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: timesindonesia.co.id








