Gejolak konflik antara Amerika Serikat dan Iran semakin menimbulkan kekhawatiran terkait kenaikan harga global. Ketegangan yang berlangsung terus-menerus ini berpotensi mengganggu pasokan energi dan komoditas, sehingga mendorong inflasi di berbagai negara termasuk Indonesia.
Dalam konteks ekonomi domestik, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghadapi tantangan berbeda dengan berfokus pada percepatan proyek infrastruktur. Strategi yang diambil pada akhir 2025 itu kini menunjukan dampak positif meskipun di tengah ketidakpastian global.
Dampak Geopolitik Terhadap Harga
Konflik AS-Iran memiliki efek signifikan terhadap pasar minyak dunia. Harga minyak mengalami fluktuasi tajam akibat risiko gangguan pasokan yang berpotensi membuat biaya produksi dan transportasi naik. Kondisi ini secara langsung menekan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar di dalam negeri.
Para ekonom menyebut, situasi geopolitik ini harus diantisipasi dengan kebijakan yang tepat bagi stabilitas harga. Bila tidak, lonjakan harga bisa mempengaruhi daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Pemprov Jawa Barat Kebut Proyek Infrastruktur
Di tengah tekanan ekonomi global, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil langkah agresif dengan mempercepat pengerjaan proyek infrastruktur. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa pada akhir 2025 terdapat percepatan proyek sebesar Rp 629 miliar yang berhasil diselesaikan.
Kecepatan tersebut tercapai meskipun menggunakan skema tunda bayar atau utang pada anggaran daerah. Alhasil, Silpa atau sisa lebih penggunaan anggaran di Jawa Barat berkurang drastis dari sebelumnya Rp 1,8 triliun menjadi hanya Rp 520 ribu pada akhir 2025.
Strategi KDM dalam Mengelola Anggaran
KDM, sapaan akrab Gubernur Dedi Mulyadi, menjelaskan bahwa percepatan proyek mulai dilakukan sejak Oktober 2025. Ia yakin pendanaan akan tersedia sehingga berani mengambil risiko pembayaran tunda alias utang sementara.
Menurutnya, jika berani menambah utang hingga Rp 1 triliun saat itu, potensi laba daerah bisa jauh lebih menguntungkan. Langkah ini menunjukkan keberanian dan visi jangka panjang dalam mengelola keuangan daerah di tengah ketidakpastian global.
Langkah Infrastruktur untuk Ketahanan Ekonomi Jawa Barat
Akselerasi pembangunan infrastruktur tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi regional namun juga memperkuat ketahanan menghadapi tekanan ekonomi akibat situasi geopolitik global. Infrastruktur yang memadai diyakini bakal menekan biaya logistik dan mempercepat arus distribusi barang.
Berikut beberapa fokus utama proyek infrastruktur Jawa Barat yang dikebut pada 2025:
- Pembangunan jalan dan jembatan strategis di kawasan industri.
- Pengembangan fasilitas transportasi publik untuk menekan kemacetan.
- Peningkatan pelayanan air bersih dan energi di wilayah pedesaan.
Langkah nyata ini diharapkan mampu menjaga harga kebutuhan tetap stabil dan memacu pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Pentingnya Koordinasi Kebijakan dan Investasi
Dalam menghadapi risiko kenaikan harga akibat perang AS-Iran, pemerintah daerah seperti Jawa Barat harus memperkuat koordinasi dengan pusat. Sinergi kebijakan fiskal, moneter, serta insentif investasi menjadi kunci untuk mengurangi dampak negatif gejolak pasar global.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga perlu memanfaatkan momentum percepatan pembangunan infrastruktur untuk menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja. Hal ini menjadi strategi ganda untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat basis ekonomi daerah.
Dengan pendekatan ini, Jawa Barat menunjukkan contoh bagaimana kebijakan daerah yang proaktif dan berani mampu menghadapi tantangan global dan memperkuat ekonomi lokal. Langkah pemerintah provinsi yang mempercepat pembangunan infrastruktur meski dengan risiko anggaran menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas dan terus memacu kemajuan di tengah ketidakpastian geopolitik yang melanda dunia.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: rejabar.republika.co.id






