Mensos Gus Ipul Dorong 5 Juta Peserta PKH Jatim Gabung KDMP, Transformasi Dari Penerima Bansos Jadi Pemilik Ekonomi Produktif!

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mendorong sebanyak 5 juta peserta Program Keluarga Harapan (PKH) di Jawa Timur untuk menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Inisiatif ini bertujuan mengaktifkan kemandirian ekonomi penerima bantuan sosial dan mengurangi ketergantungan pada bansos pemerintah.

Gus Ipul, sapaan Mensos, menyampaikan hal tersebut saat menghadiri acara kolaborasi antara KDMP dan PKH di Desa Gejugjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Ia menegaskan bahwa integrasi ini memberi kesempatan bagi keluarga penerima manfaat untuk berperan tidak hanya sebagai konsumen, tapi juga sebagai pemilik koperasi yang mendapat bagian dari Sisa Hasil Usaha (SHU).

Peran Ganda Anggota KDMP

Sebagai anggota koperasi, para peserta PKH mendapatkan manfaat ekonomi melalui pembagian SHU, sekaligus kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan usaha produktif di desa. Mensos menegaskan hal ini sebagai bentuk pemberdayaan yang mendorong keluarga penerima bansos agar lebih produktif dan mandiri secara ekonomi.

Gus Ipul menekankan bahwa bantuan sosial bersifat sementara, sedangkan penguatan daya tahan ekonomi keluarga menjadi fokus jangka panjang. Dengan menjadi anggota KDMP, keluarga penerima diharapkan memiliki mentalitas baru yang aktif dan bisa mengembangkan usaha mandiri.

Data Akurat untuk Penanganan Kemiskinan

Dalam kesempatan yang sama, Mensos menyoroti pentingnya akurasi data dalam pengentasan kemiskinan. Menurutnya, data yang tepat menjadi fondasi agar intervensi program pemerintah dapat berjalan efektif dan tepat sasaran. Hal ini mendapat dorongan langsung dari Presiden yang meminta dimulai dari data yang benar untuk mencegah tumpang tindih dan ketidaktepatan bantuan.

“Banyak orang di sekitar kita yang penderitaannya tidak tampak,” ujarnya. Oleh sebab itu, data sosial harus dikelola dengan baik agar program seperti PKH dan peran koperasi bisa memberikan dampak signifikan.

Kolaborasi KDMP dan PKH sebagai Motor Ekonomi Desa

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyambut baik kolaborasi ini. Ia menyebut bahwa sinergi antara KDMP dan PKH berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi di level akar rumput. Emil memandang koperasi desa bukan sekadar bangunan fisik, tapi wadah untuk menopang dan mengembangkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Kolaborasi ini diharapkan memperkuat usaha dan perdagangan di tingkat desa, memberikan ruang bagi para anggota untuk berinovasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan secara kolektif.

Target dan Harapan Program

Berikut adalah target dan harapan utama dari dorongan Mensos bagi peserta PKH untuk menjadi anggota KDMP:

  1. Melibatkan 5 juta keluarga peserta PKH di Jawa Timur sebagai anggota koperasi.
  2. Mendorong penerima bantuan sosial agar aktif dalam kegiatan ekonomi produktif.
  3. Memberikan manfaat ekonomi ganda kepada anggota koperasi melalui SHU.
  4. Menjamin penggunaan data yang akurat untuk implementasi program yang efektif.
  5. Menguatkan kemandirian ekonomi keluarga agar tidak bergantung pada bansos.

Program ini mencerminkan pendekatan inovatif pemerintah dalam menggabungkan perlindungan sosial dengan penguatan ekonomi lokal. Dengan demikian, para peserta PKH diharapkan bisa meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan jangka panjang lewat keanggotaan di KDMP.

Pemberdayaan yang diusung tidak hanya berfokus pada pengentasan kemiskinan secara langsung, tetapi juga membekali masyarakat dengan pijakan ekonomi mandiri yang berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan filosofi “Bansos sementara, berdaya selamanya” yang disampaikan oleh Mensos Gus Ipul dalam upaya pengentasan kemiskinan di Jawa Timur.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: surabaya.kompas.com

Terkait