Jawa Tengah Jadi Titik Rawan Kecelakaan Mudik Lebaran 2026, Korlantas Ungkap Ancaman Fatal Akibat Kelelahan Pengemudi di Jalur Arteri

Korps Lalu Lintas Polri memprediksi wilayah Jawa Tengah bakal menjadi titik rawan kecelakaan saat arus mudik Lebaran 2026. Prediksi ini berdasarkan analisis data kecelakaan antara tahun 2023 hingga 2025 yang menunjukkan Jawa Tengah sebagai daerah dengan tingkat risiko kecelakaan tinggi.

Kepala Seksi Analisis Data Korlantas, Kompol Sandhi Widianu, mengungkapkan bahwa proyeksi ini disusun dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Menurutnya, kelelahan pengemudi di jalur Tol Trans Jawa yang melintasi Jawa Tengah menjadi salah satu penyebab utama tingginya angka kecelakaan.

Pengemudi biasanya dalam kondisi segar saat melewati wilayah Jakarta dan Jawa Barat. Namun, ketika memasuki Jawa Tengah, rasa lelah mulai muncul sehingga meningkatkan potensi kecelakaan di wilayah tersebut.

Data Korlantas menunjukkan bahwa korban kecelakaan di Jawa Tengah umumnya masuk dalam dua kategori: luka ringan dan meninggal dunia. Menariknya, mayoritas kecelakaan justru terjadi di jalan arteri, bukan jalan tol.

Sekitar 43,73 persen kecelakaan terjadi di jalur arteri. Faktor seperti perilaku pengemudi dan kepadatan lalu lintas di wilayah tersebut turut mempengaruhi lambatnya penanganan kecelakaan.

Selain Jawa Tengah, Jawa Timur dan Metro Jaya juga mencatat angka kecelakaan yang cukup tinggi selama periode pemantauan. Namun, faktor penyebab utama kecelakaan di seluruh Indonesia tetap human error, menurut Integrated Road Safety Management System.

Sekitar 95,29 persen kecelakaan terjadi akibat kesalahan manusia, terutama kurangnya kewaspadaan pengemudi terhadap kondisi jalan. Biasanya, hal ini memicu tabrakan frontal atau yang dikenal dengan istilah “adu banteng.”

Korlantas juga memproyeksikan tingkat fatalitas cukup tinggi selama mudik Lebaran 2026. Dari setiap sepuluh kecelakaan, dua diperkirakan menimbulkan korban jiwa.

Menanggapi hal ini, Korlantas menyiapkan strategi pengamanan tidak hanya di jalan tol, tetapi juga di jalur arteri yang dianggap berisiko tinggi. Pengawasan akan diperketat untuk mengurangi angka kecelakaan.

Pihak kepolisian mengimbau para pemudik untuk menjaga kondisi fisik dan beristirahat cukup selama perjalanan. Hindari mengemudi saat merasa lelah, terutama saat memasuki Jawa Tengah sebagai titik kritis perjalanan jarak jauh.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.vibizmedia.com

Terkait